Bertahan dari Talasemia, Adelina: JKN Jadi Penopang Hidup Saya

  • 26 Feb 2026 14:56 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Di balik senyum hangat Adelina Puspitasari (30), tersimpan perjuangan panjang melawan talasemia yang telah ia derita sejak usia sembilan tahun. Warga Borobudur, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang itu harus menjalani transfusi darah rutin sepanjang hidupnya. Di tengah perjuangan tersebut, kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi penopang utama yang membuatnya tetap kuat bertahan hingga hari ini.

Sejak kecil, Adelina kerap mengalami lemas, pusing, dan wajah pucat. Awalnya, kondisi itu diduga anemia biasa. Namun setelah beberapa kali menjalani perawatan tanpa perubahan berarti, hasil pemeriksaan menunjukkan kadar hemoglobinnya turun drastis hingga angka empat. Pemeriksaan lanjutan HbE memastikan ia mengidap talasemia, kelainan darah genetik yang membuat tubuhnya tak mampu memproduksi hemoglobin secara normal.

“Waktu kecil sering sekali lemas dan pucat. Setelah dicek lebih lanjut, baru ketahuan ternyata talasemia,” kenangnya, ditemui Kamis 26 Februari 2026.

Sejak saat itu, transfusi darah menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupnya. Kini, Adelina harus menjalani transfusi setiap dua minggu sekali di Rumah Sakit dr. Kariadi agar tubuhnya tetap bertenaga dan bisa beraktivitas.

“Setelah transfusi rasanya badan jauh lebih enak. Jadi memang harus rutin supaya tetap stabil,” ujarnya.

Perjuangan panjang itu tidak lepas dari dukungan Program JKN yang dikelola BPJS Kesehatan. Adelina terdaftar sebagai peserta melalui skema Universal Health Coverage (UHC) yang dibiayai Pemerintah Kota Semarang. Baginya, program tersebut bukan sekadar jaminan kesehatan, melainkan penyelamat di tengah besarnya biaya pengobatan talasemia.

“Alhamdulillah dari dulu sampai sekarang tidak pernah ada kendala. Obat selalu tersedia, transfusi lancar, semuanya terjamin,” katanya.

Ia mengaku tak bisa membayangkan jika harus menanggung biaya pengobatan secara mandiri. Transfusi darah rutin, obat-obatan pendukung, hingga kontrol berkala tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Terlebih saat dirinya hamil, akses layanan kesehatan melalui UHC sangat membantu menjaga keselamatan dirinya dan sang buah hati.

“Kalau harus bayar sendiri, mungkin akan sangat berat. Program ini benar-benar membantu saya bertahan,” tuturnya.

Adelina juga merasakan berbagai kemudahan layanan yang terus berkembang, seperti perpanjangan surat rujukan yang kini dapat dilakukan langsung di rumah sakit bagi pasien talasemia. Hal itu membuat proses pengobatan menjadi lebih praktis dan tidak berbelit.

Kini, selain disiplin menjalani transfusi, Adelina berusaha menjaga pola hidup agar kondisinya tetap stabil. Ia berharap Program JKN dan UHC dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para pejuang penyakit katastropik seperti dirinya.

“Saya sangat berterima kasih. Dengan adanya BPJS Kesehatan dan UHC, pengobatan saya dari dulu sampai sekarang bisa terus berjalan,” ucapnya sambil tersenyum.

Bagi Adelina, JKN bukan hanya soal layanan kesehatan. Program itu adalah harapan yang membuatnya terus melangkah, membesarkan anaknya, dan menjalani hidup dengan penuh semangat meski harus bersanding dengan talasemia seumur hidupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....