Mengenal Pager, Alat Komunikasi yang Meledak Masal di Lebanon

  • 18 Sep 2024 12:20 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Pager atau penyeranta menjadi salah satu alat komunikasi yang popular di era 90an. Siapa sangka, alat komunikasi “jadul” tersebut masih digunakan di Lebanon dan beberapa negara lainnya.

Melansir Aljazeera, lebih dari 2.800 orang dilaporkan mengalami luka-luka dan sembilan orang tewas akibat ledakan misterius pada ratusan pager secara serentak di Lebanon, Selasa (09/18/2024). Media lokal Lebanon menduga kejadian tersebut disebabkan oleh peretasan pada sistem pager.

Pager dikenal sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan dan menerima pesan pendek. Alat komunikasi satu arah ini hanya dapat menerima pesan yang terdiri dari sejumlah karakter huruf angka dan atau tanda baca.

Pager ditemukan oleh Multitone Electronic pada tahun 1956 di Rumah Sakit St.Thomas, London saat dokter-dokter di sana harus bertugas dalam kondisi darurat. Sejak itu, alat komunikasi berukuran kecil ini berkembang dan mengalami popularitas bahkan sampai ke Indonesia.

Ketika seseorang mengirim pesan ke pengguna pager, mereka harus menghubungi pusat beeper dan memberikan pesan ke operator. Pesan tersebut akan dikirim lewat frekuensi radio khusus ke pager penerima, dengan tanda bunyi bip keras atau bergetar yang sangat khas.

Sejarah mencatat, pengguna pager di Indonesia sempat meningkat pada awal tahun 90an hingga mencapai 800 ribu pelanggan. Namun, setelah tahun 1997, pengguna pager turun drastis tinggal 200 ribu pelanggan saja karena harga perangkat yang semakin mahal.(DR)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....