Kampanye di Kota Lama, Mahasiswa USM Kenalkan Makna Sedekah Bumi ke Generasi Muda

  • 19 Jun 2026 13:02 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Kawasan Kota Lama Semarang menjadi ruang edukasi tradisi Sedekah Bumi bagi generasi muda melalui kegiatan yang digagas mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM). Kegiatan tersebut digelar pada Rabu malam, 17 Juni 2026, sebagai implementasi mata kuliah Komunikasi Budaya.

Melalui kelompok mahasiswa Gumi Lestari, para peserta mengajak pengunjung Kota Lama untuk mengenal lebih dekat makna dan filosofi tradisi Sedekah Bumi. Sasaran kegiatan ini adalah wisatawan serta generasi muda perkotaan yang banyak beraktivitas di kawasan tersebut.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mengajak pengunjung berinteraksi secara langsung dan spontan. Mereka diminta menuliskan pemahaman tentang tradisi Sedekah Bumi pada secarik kertas yang telah disediakan tim.

Anggota kelompok Gumi Lestari, Devica Ramadhani, mengatakan Kota Lama dipilih sebagai lokasi kegiatan karena menjadi titik pertemuan masyarakat dari berbagai latar belakang. Menurutnya, kawasan tersebut dinilai strategis untuk mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda.

“Kami sengaja membawa isu tradisi lokal ini ke ruang publik modern. Tujuannya, agar generasi muda di pusat keramaian kota tidak buta terhadap akar budaya dan filosofi luhur mereka sendiri,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Jumat, 19 Juni 2026.

Dari hasil interaksi yang dilakukan, mayoritas pengunjung mengaku mengenal istilah Sedekah Bumi. Namun, sebagian besar belum memahami makna yang lebih mendalam dari tradisi tersebut sebagai bentuk rasa syukur atas hasil alam yang diperoleh masyarakat.

Temuan tersebut menunjukkan perlunya upaya edukasi budaya yang lebih dekat dengan kehidupan generasi muda. Pendekatan yang dilakukan mahasiswa USM diharapkan dapat menjembatani pemahaman masyarakat terhadap warisan budaya lokal.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya takbenda khas Jawa Tengah. Selain mengenalkan tradisi, mahasiswa berupaya menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya di tengah perkembangan zaman.

Devica berharap metode edukasi yang santai dan interaktif dapat membuat pesan pelestarian budaya lebih mudah diterima. Dengan demikian, tradisi Sedekah Bumi tidak hanya dikenal namanya, tetapi juga dipahami makna dan nilai yang terkandung di dalamnya oleh generasi muda.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....