Unnes Siap Sulap Embung Patemon Jadi Wisata Tematik

  • 14 Jul 2024 20:38 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Tim Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Unnes siap mewujudkan pengembangan Embung Patemon, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, dengan konsep wisata tematik. Embung yang berlokasi di RW1 Kelurahan Patemon bisa disulap jadi eduwisata maupun ekowisata, serta dikolaborasikan dengan produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Pengembangan konsep wisata bakal direalisasikan, setelah tim PPM Unnes mendapatkan lampu hijau dari Balai Besar Wilah Sungai (BBWS) Pemali Juana dalam diskusi di pelataran Embung Patemon, Senin (8/7/2024). "Sebagai rintisan awal, Embung Patemon ini bisa dijadikan wisata tematik, karena ada potensi eduwisata, seperti menciptakan energi listrik, dengan memanfaatkan sumber daya air yang digerakan pakai kincir angin," ujar anggota tim PPM Unnes, Dr Ufi Saraswati dalam diskusi.

Selain pakai kincir angin, listrik juga bisa diciptakan dari tenaga surya, sehingga harapannya energi kelistrikan itu bisa dimanfaatkan masyarakat dengan baik. Tim PPM bisa bekerja sama dengan dosen Fakultas Teknik untuk pengembangan energi listrik, menjadi eduwisata.

Pemantik diskusi, Dra RR Dewi Handayani M.Kom menuturkan, pengembangan Embung Patemon tetap dilihat dari desain awal, termasuk mempertimbangkan embung untuk tujuan konservasi dan faktor keamanannya. Kegiatan pengabdian ini melibatkan kelompok KKN Giat 9 Unnes, Masyarakat Pemangku RW 1 dan masyarakat UMKM Kelurahan Patemon.

"Dengan membangun kincir angin menjadi energi listrik, Embung Patemon bisa menjadi eduwisata bagi pelajar. Saya pernah melihat di Bandung juga ada beberapa spot tanaman yang jadi objek ekowisata menarik juga, tugas mahasiswa supaya mulai menanam, petakan spot-spot menarik, dan memviralkan kegiatan yang ada," kata akademisi Unisbank tersebut.

Lurah Patemon, Muhamad Khosim SIP MM mengatakan, kelurahannya dalam menyambut HUT RI akan mengadakan lomba badminton dan voli. Peserta diskusi diajak membahas event menarik yang diselenggarakan rencananya 11 Agustus 2024, supaya bisa dihadiri Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Sementara itu, Koordinator PPM Unnes, Prof Dr Siti Harnina Bintari mengatakan, bisa mengangkat tema stunting untuk menghadirkan wali kota yang juga fokus menangani hal tersebut. "Bu Wali Kota Semarang itu lagi fokus penanganan stunting, misalnya menampilkan pangan dengan kandungan protein tinggi," ujarnya.

Anggota tim PPM, Ely juga menambahkan, Embung Patemon perlu ada kuliner ringan yang khas, sebagai contoh plecing kangkung dan daun glandir (daun ketela rambat), serta rujak ngeces ( rujak iris/parut bumbu khas) hanya ada di Embung Patemon. Selain itu bisa juga menampilkan kelompok UMKM Patemon untuk dilatih membuat tempe dan jamu. Bisa juga mengadakan gelar budaya, lomba mewarnai anak-anak untuk lebih memeriahkan acara. (Royce)


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....