Riset Kolaboratif di Malaysia, 45 Mahasiswa FT Unnes Pelajari Teknologi Hijau

  • 09 Jul 2026 00:34 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Sebanyak 45 mahasiswa Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang (Unnes) mengikuti joint research tentang teknologi hijau. Mereka diberangkatkan ke Malaysia, Senin 6 Juli 2026, untuk meneliti teknologi masa depan, yaitu energi terbarukan (renewable energy) dan komposit berbahan serat alam (natural fiber composites).

Selama mengikuti riset, mereka akan berkolaborasi dengan Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMPSA). Wakil Dekan Bidang Bisnis, Riset, dan Kerja Sama FT Unnes, Rusiyanto SPd MT berharap, mahasiswa memperoleh pengalaman riset internasional yang mendukung pengembangan inovasi teknologi berkelanjutan.

“Harapannya, sebanyak 45 mahasiswa Teknik Mesin Unnes ini tidak hanya menyerap pengetahuan dan teknologi hijau terkini di UMPSA. Namun, mereka juga mampu menghasilkan luaran riset bersama yang inovatif dan bereputasi,” katanya.

Ia mengatakan, FT Unnes sangat mendukung transisi energi global dan pengembangan material ramah lingkungan yang sejalan dengan target SDGs. Selain itu, program yang diikuti mahasiswa diharapkan dapat memperkuat kapasitas mahasiswa di tingkat internasional.

Selama berada di UMPSA Malaysia, kata dia, mahasiswa akan memperoleh akses langsung ke fasilitas laboratorium modern, dan berkolaborasi dengan peneliti setempat. Selain itu mereka juga terlibat dalam studi kasus mengenai pemanfaatan serat alam sebagai material komposit ramah lingkungan dan pengembangan energi terbarukan.

Menurutnya, kegiatan ini sekaligus memperkuat jejaring internasional dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Pelaksanaan Joint Research ini juga mendukung sejumlah tujuan SDGs, di antaranya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan akses terhadap pendidikan teknik berstandar internasional dan pengalaman riset global, dan SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui penelitian di bidang energi terbarukan.

Selain itu juga SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengembangan material ramah lingkungan berbasis serat alam sebagai alternatif pengganti material sintetis yang sulit terurai. "Melalui program Joint Research ini, FT Unnes terus berkomitmen menghasilkan lulusan yang berwawasan global, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi di tingkat nasional maupun internasional," ungkapnya.

Ia juga berharap, FT Unnes siap memberikan kontribusi bagi pengembangan industri hijau. Pengalaman riset internasional tersebut semakin memperkuat kompetensi mahasiswa sekaligus memperluas kolaborasi akademik yang mendukung pembangunan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....