Bakorkerma Teken MoU dengan HKI Indonesia dan Kawasan Industri se-Jawa Tengah

  • 27 Sep 2026 09:01 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Politeknik Negeri Semarang (Polines) menjadi tuan rumah Forum Nasional Kerja Sama Politeknik dan Akademi Komunitas Negeri se-Indonesia (Bakorkerma) dengan Kawasan Industri se-Jawa Tengah pada 22–25 September 2026. Mengusung tema “Satu Jalinan Sejuta Peluang: Memperkuat Sinergi Pendidikan Tinggi dan Industri untuk SDM Unggul dan Berdaya Saing”, forum ini menghasilkan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara politeknik dan AKN dari berbagai penjuru tanah air dengan Himpunan Kawasan Industri (HKI).

Rangkaian penandatanganan dibuka pada Rabu, 23 September 2026, di Politeknik Furnika, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal. KEK Kendal, diwakili Head of HR Puput Handayani, menandatangani MoU bersama Politeknik Negeri Semarang, Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Negeri Subang, dan AKN Blitar.

Kegiatan di Kendal dibuka dengan sambutan Ketua Bakorkerma, Rika Novita Wardhani, S.T., M.T., dan Direktur Polines, Dr. Garup Lambang Goro, S.T., M.T. Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemdiktisaintek, Dr. Beny Bandanadjaja, S.T., M.T., kemudian memaparkan kebijakan pendidikan tinggi vokasi dalam penguatan pembelajaran dan talenta mahasiswa.

Dalam kegiatan itu, Plh. Direktur Hilirisasi dan Kemitraan Ditjen Risbang Kemdiktisaintek, Dr. Adhi Indra Hermanu, S.T., M.T., M.M., menyampaikan sosialisasi Program Hilirisasi dan Kemitraan. CEO Hope International (Hope Overseas Economic Cooperation (Wuhan) Co., Ltd.), Li Zhuming, memaparkan peluang program joint degree antara politeknik/AKN Indonesia dan Tiongkok bersama industri. Sesi ditutup dengan presentasi para tenant industri KEK Kendal.

Ketua Bakorkerma, Rika Novita Wardhani, S.T., M.T., mengatakan kerja sama internasional perlu diarahkan pada program yang memberikan pengalaman global sekaligus berdampak terhadap peningkatan kompetensi lulusan. Menurutnya, sejumlah skema yang dapat dikembangkan meliputi Double Degree, Dual Degree, Joint Degree, Student Exchange, International Internship, Industrial Placement, hingga Joint Research.

“Program-program tersebut harus diarahkan untuk memberikan pengalaman global, meningkatkan kompetensi lulusan, memperkuat rekognisi internasional, dan mendukung capaian IKU secara terukur,” ujarnya dalam keterangan tertulis Sabtu 26 September 2026. Rika juga menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi pendidikan vokasi Indonesia dengan Tiongkok.

Kerja sama tersebut dapat dikembangkan melalui berbagai program, termasuk Indonesia-China Vocational Education and Exchange Program (ICVEEP) dan INTACT Base. Menurutnya, kolaborasi Indonesia-Tiongkok membuka peluang transfer teknologi, peningkatan kompetensi instruktur, penyelarasan kurikulum, sertifikasi kompetensi, joint degree, riset terapan, hingga penempatan mahasiswa di industri.

Selain kerja sama internasional, Bakorkerma mendorong agar kemitraan dengan dunia industri menjadi penggerak pembaruan kurikulum pendidikan vokasi. Rika mengatakan konsep pembelajaran dengan komposisi 70 persen praktik dan 30 persen teori tidak sekadar menjadi angka, tetapi harus menjadi semangat untuk mendekatkan pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja.

Ia menambahkan, semakin terbukanya peluang kerja sama internasional juga harus diimbangi dengan penguatan tata kelola. Hal itu penting untuk memastikan kepentingan institusi dan mahasiswa tetap terlindungi dalam setiap bentuk kerja sama. Aspek yang perlu diperhatikan antara lain kejelasan hak kekayaan intelektual (HKI), mekanisme evaluasi, mitigasi risiko, serta keberlanjutan kerja sama.

Untuk itu, Bakorkerma mendorong pengembangan skema kerja sama tripartit yang melibatkan politeknik, mitra luar negeri, dan mitra lokal atau industri. Menurut Rika, model tersebut dapat menjadi salah satu strategi untuk memastikan pembagian tanggung jawab, pengawasan, serta manfaat kerja sama berlangsung secara jelas dan berimbang.

“Skema kerja sama tripartit—politeknik, mitra luar negeri, dan mitra lokal atau industri—perlu kita dorong sebagai salah satu model strategis, sehingga tanggung jawab, pengawasan, dan manfaat kerja sama dapat dibangun secara lebih jelas dan berimbang,” katanya. Rika berharap penguatan jejaring internasional dan industri tersebut tidak berhenti pada penandatanganan kerja sama, tetapi menghasilkan program konkret yang memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa, dosen, instruktur, dan institusi pendidikan vokasi.

Puncak acara berlangsung Kamis, 24 September 2026, di Kampus Polines, Tembalang, Semarang. Direktur Polines, Dr. Garup Lambang Goro, S.T., M.T., hadir langsung menyambut delegasi bersama Ketua Bakorkerma dan Ketua Umum HKI Indonesia, Akhmad Ma’ruf. Dalam kegiatan ini dilakukan penandatanganan MoU antara Bakokerma dengan HKI, antara lain KEK Industropolis Batang/Grand Batang City (KIT Batang), Batang Industrial Park (BIP), Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), Jatengland Industrial Park Sayung (JIPS), BSB Industrial Park/Bukit Semarang Baru serta Kawasan Industri Demak (KID).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....