Jadi Kampus Pertama di Indonesia, Udinus Uji Aplikasi Media Sosial Berbasis AI
- 13 Jul 2026 10:45 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) menjadi salah satu kampus pertama di Indonesia yang dipercaya menguji aplikasi media sosial berbasis Artificial Intelligence (AI) milik perusahaan teknologi asal Australia, 2U.Chat. Uji coba tersebut melibatkan mahasiswa untuk menyempurnakan performa aplikasi sebelum diluncurkan secara luas.
Kolaborasi itu diwujudkan melalui program Launch Pilot Project yang melibatkan mahasiswa Udinus, termasuk mahasiswa internasional. Kerja sama ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Aula Gedung H Lantai 7 Udinus.
MoU ditandatangani Wakil Rektor IV Bidang Riset, Kerja Sama, dan Inovasi Udinus, Dr. Ir. Dwi Eko Waluyo, M.M., bersama Executive Director 2U.Chat, Mr. Philip. Penandatanganan turut disaksikan CEO PT Digital Syariah Indonesia (Indonesia Blockchain Center), Hambali.
Perwakilan Lembaga Kerja Sama dan Urusan Internasional (LKUI) Udinus, Fauzi Adi Rafrastara, M.Cs., mengatakan mahasiswa dari berbagai program studi dilibatkan dalam uji coba tersebut. Mereka dibagi ke dalam empat klaster bahasa, yakni Indonesia, Inggris, Jepang, dan Thailand.
Mahasiswa bertugas menguji versi beta aplikasi sekaligus memberikan masukan kepada pengembang. Menurut Fauzi, kerja sama ini sejalan dengan komitmen Udinus dalam memperkuat pengembangan teknologi kecerdasan buatan.
"Program ini sangat relevan dengan keunggulan Udinus yang fokus pada pengembangan AI. Ini menjadi peluang baik bagi kampus maupun mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pengembangan teknologi masa depan," ujar Fauzi, Senin, 13 Juli 2026.
Ia menambahkan, pengembangan AI di Udinus terus diperkuat melalui berbagai program akademik. Selain di Fakultas Ilmu Komputer, Program Magister Artificial Intelligence juga telah dibuka di Fakultas Teknik.
Executive Director 2U.Chat, Mr. Philip, mengatakan kampus berbasis teknologi dipilih agar proses pengembangan aplikasi memperoleh masukan teknis yang lebih komprehensif. Mahasiswa dinilai memiliki kemampuan mendeteksi berbagai kendala, termasuk kesalahan sistem dan pengalaman pengguna.
"Kami ingin menyempurnakan aplikasi ini dengan menemukan bug dan mengevaluasi alur kerja maupun pengalaman pengguna. Mahasiswa teknologi memiliki kepekaan yang tinggi untuk melakukan pengujian tersebut," katanya.
Sementara itu, Strategic Advisor 2U.Chat, Simon Zeng, menilai Indonesia menjadi lokasi yang tepat untuk mengembangkan fitur live translation. Keberagaman bahasa di Indonesia diharapkan dapat meningkatkan akurasi sistem AI dalam menerjemahkan bahasa dan dialek lokal.
Mahasiswa Magister Teknik Informatika asal Afghanistan, Sayed Rahman Hamid, mengaku fitur penerjemahan pada aplikasi tersebut sangat membantu komunikasi lintas bahasa. Ia berharap penyempurnaan selama masa uji coba membuat aplikasi semakin nyaman digunakan.
"Saya senang bisa mencoba aplikasi ini karena dapat menerjemahkan kata maupun kalimat ke berbagai bahasa. Tampilannya sudah bagus meski masih ada beberapa bug, saya berharap sistem ini terus disempurnakan karena sangat praktis digunakan," ujar Sayed.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....