Belajar Demokrasi, 92 SMA Sederajat di Kudus Ikuti Pilketos Serentak

  • 17 Sep 2026 09:50 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kudus - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus bersama Pemerintah Kabupaten Kudus menggelar Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) secara serentak di tingkat SLTA. Kegiatan tersebut melibatkan 92 sekolah yang terdiri atas SMA, MA, SMK hingga SLB di seluruh Kabupaten Kudus.

Ketua KPU Kudus, Ahmad Amir Faisol mengatakan, Pilketos serentak ini menjadi bagian dari upaya memberikan pendidikan demokrasi sekaligus mempersiapkan siswa sebagai calon pemilih pemula menghadapi Pemilu 2029. Dalam pelaksanaannya, KPU Kudus membagi petugas menjadi enam tim yang disebar ke sembilan kecamatan.

Setiap titik pelaksanaan diupayakan melibatkan sekolah dengan komposisi SMA, MA dan SMK. “Ini kali pertama Pilketos serentak dilaksanakan atas inisiasi KPU Kudus bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kudus,” ujarnya usai mendampingi Bupati Kudus melihat Pilketos di SLBN Purwosari, Rabu, 16 September 2026.

Berbeda dengan pemilu, daftar pemilih dalam Pilketos disesuaikan dengan seluruh siswa di masing-masing sekolah. Sasaran utama kegiatan tersebut adalah memberikan pengalaman langsung kepada pemilih pemula mengenai proses pemungutan suara.

Kegiatan juga menyasar siswa berkebutuhan khusus. Salah satunya berlangsung di SLBN Purwosari Kudus yang turut menggelar pemilihan Ketua OSIS dengan dua calon, yakni Yulmi dari kelas 10 Tuna Netra dan Fauzan dari kelas 11 Tuna Grahita.

Dalam pemilihan tersebut, tercatat 52 siswa dan 32 guru menggunakan hak pilih. Keterlibatan guru dilakukan untuk memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan.

Ahmad berharap kegiatan Pilketos serentak dapat kembali dilaksanakan pada tahun berikutnya. Namun, pelaksanaannya akan disesuaikan dengan agenda internal KPU, mengingat tahapan Pemilu 2029 mulai berjalan.

“Kami berharap tahun depan bisa dilaksanakan kembali. Namun, karena tahun 2027 sudah mulai tahapan Pemilu 2029, kami akan melihat apakah masih bisa mengalokasikan waktu untuk melaksanakan Pilketos serentak,” ujar Ahmad.

Bupati Kudus Samani Intakoris yang turut menyaksikan pelaksanaan Pilketos di SLB Kabupaten Kudus mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, pemilihan Ketua OSIS menjadi pembelajaran demokrasi sekaligus memberikan ruang bagi siswa berkebutuhan khusus untuk menggunakan hak suara.

“Anak-anak kita yang berkebutuhan khusus punya semangat. Punya hak pilih, punya hak suara, dan punya kesempatan untuk memilih dan dipilih,” ujarnya.

Ia juga berpesan agar seluruh peserta menerima hasil pemilihan dengan lapang dada. Menurutnya, kemenangan maupun kekalahan merupakan bagian dari proses demokrasi.

“Yang menang, yang kalah itu hal biasa, saling berangkulan. Siapa pun yang terpilih kita hormati dan kita dukung sehingga pemilihan ini benar-benar terbuka, transparan, jujur dan adil,” katanya.

Pihak sekolah menyebut pelaksanaan Pilketos di SLB berjalan lancar tanpa kendala berarti. Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa yang nantinya telah memenuhi syarat sebagai pemilih pada Pemilu 2029.

“Kami berharap ada pembimbingan dari KPU kepada anak-anak kami, sehingga ketika nanti Pemilu 2029, anak-anak sudah siap menerima hak pilih,” kata Kepala SLBN Purwosari, Edi Sujito.

Menurutnya, pendampingan bagi pemilih disabilitas juga penting karena dalam pemilu terdapat kebutuhan layanan yang berbeda. Misalnya, pemilih tunanetra membutuhkan fasilitas khusus seperti surat suara braille serta bimbingan teknis agar memahami tata cara menyalurkan hak pilih.

Bagi para siswa, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk mengenal proses demokrasi secara langsung. Salah satu siswa SLB, Hidayat Wahyu Pradana dari kelas 12 C, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan pemilihan yang turut disaksikan Bupati Kudus. (RK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....