PKM-PM Asmara Unnes Perkuat Kemandirian Siswa Tunagrahita

  • 28 Agt 2026 08:20 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Tim Program Kreativitas Mahasiswa – Pengabdian kepada Masyarakat(PKM-PM )Asmara Universitas Negeri Semarang(Unnes) memperkuat kemandirian siswa tunagrahita melalui pembelajaran inklusif di SLB Negeri Salatiga. Program tersebut dikenalkan dalam siaran Pro 2 Semarang, Kamis, 27 Agustus 2026.

Program pembelajaran dipimpin Nurul Hidayati bersama Muhammad Bagas Riyanto, Indah Lutfiana, Ali Alatas, dan Gusti Kresna Wisnusiwi. Kegiatan mendapat pendampingan Dr. Nuriana Rachma Dewi, S.Pd., M.Pd., sebagai dosen pembimbing.

Nurul menjelaskan, program tidak hanya mengajarkan matematika kepada siswa tunagrahita. Akan tetapi, tim juga memperkuat mental emosional dan kemandirian belajar peserta didik.

Kegiatan menyasar 12 siswa tunagrahita tingkat SMA di SLB Negeri Salatiga. Pembelajaran dikemas melalui zona laku, zona sinau, dan zona budoyo.

Tim mengenalkan teknik Heavenly Touch untuk membantu siswa mengendalikan emosi saat belajar. Teknik tersebut mengajak siswa menenangkan diri melalui sentuhan dan afirmasi positif.

"Setelah program, mereka paham saat emosi memakai teknik Heavenly Touch," kata Nurul. Menurutnya, perubahan mental emosional siswa terlihat cukup signifikan.

Selain itu, kemampuan belajar mandiri siswa juga meningkat setelah menggunakan media pembelajaran Asmara. Guru diharapkan melanjutkan metode tersebut setelah program selesai.

Indah mengatakan setiap anak memiliki karakter dan cara belajar berbeda. Karena itu, pembelajaran harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta didik.

"Setiap anak punya hak untuk pendidikan," kata Nurul Hidayati. Ia menegaskan keterbatasan bukan alasan membatasi kesempatan belajar siswa tunagrahita.

Tim PKM-PM Asmara juga berencana menggandeng Dinas Pendidikan dan guru SLB. Langkah itu dilakukan agar manfaat program terus berlanjut bagi siswa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....