OJK Perluas Literasi Keuangan Pelajar, KOMPEK 2026 Tembus Level Pulau Jawa

  • 25 Agt 2026 12:42 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • KOMPEK 2026 dirancang untuk menjawab tantangan tersebut melalui kompetisi ekonomi, kemampuan berpikir kritis hingga penyusunan gagasan solutif.
  • OJK juga memberikan apresiasi kepada para pemenang dan finalis melalui pembukaan rekening tabungan pelajar secara langsung.

RRI.CO.ID, Pekalongan - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai memperluas medan edukasi literasi keuangan pelajar. Kompetisi Ekonomi (KOMPEK) 2026 yang sebelumnya digelar dalam lingkup regional, kini naik kelas hingga tingkat Pulau Jawa dengan melibatkan ratusan pelajar SMA, SMK, dan MA sederajat.

Sebanyak 465 pelajar yang tergabung dalam 155 tim ambil bagian dalam KOMPEK 2026. Babak semifinal dan final digelar di Aula Kampus II Universitas Pancasakti Tegal (UPS), Sabtu, 22 Agustus 2026.

Perluasan kompetisi ini bukan sekadar mengejar prestasi akademik. OJK menjadikan KOMPEK sebagai salah satu pintu masuk untuk membekali generasi muda menghadapi semakin kompleksnya layanan keuangan digital, termasuk risiko yang mengintai di balik kemudahan transaksi.

Kepala OJK Tegal, Kurnia Tri Puspita menegaskan, kemampuan mengelola keuangan pribadi secara bijak harus ditanamkan sejak usia pelajar. Di saat yang sama, generasi muda juga dituntut mampu mengenali dan mengantisipasi berbagai risiko keuangan digital.

“Melalui sinergi dan kolaborasi yang berkelanjutan, OJK hadir untuk memastikan pelajar tidak hanya memiliki pemahaman yang baik dalam mengelola keuangan di era digital, tetapi juga mampu berpikir kritis, mengambil keputusan keuangan secara bijak, dan menjadi generasi yang mandiri secara finansial,” kata Kurnia.

Menurutnya, tantangan literasi keuangan saat ini tidak lagi sebatas memahami tabungan, investasi atau pengelolaan uang. Pelajar juga harus memiliki kemampuan memilah informasi dan mengambil keputusan ketika berhadapan dengan beragam produk serta layanan keuangan digital.

KOMPEK 2026 dirancang untuk menjawab tantangan tersebut melalui kompetisi ekonomi, kemampuan berpikir kritis hingga penyusunan gagasan solutif. Peserta tidak hanya diuji secara teori, tetapi ditantang menyampaikan solusi terhadap persoalan ekonomi melalui sesi “battle of ideas”.

Wakil Rektor I Universitas Pancasakti Tegal Dhien Noviany Rahmatika mengatakan, kompetisi tersebut menjadi ruang bagi pelajar untuk menghubungkan teori yang diperoleh di sekolah dengan persoalan nyata di masyarakat.“Melalui kompetisi ini, kami berharap para peserta tidak hanya terlatih untuk berpikir kritis, tetapi juga mampu mengaplikasikan teori ekonomi dalam menghasilkan gagasan yang solutif dan relevan bagi masyarakat,” ujarnya.

Perjalanan KOMPEK sendiri terus berkembang sejak pertama kali dirintis pada 2021. Awalnya hanya mencakup tingkat Karesidenan Pekalongan, kemudian naik menjadi kompetisi tingkat Provinsi Jawa Tengah pada 2024 dan 2025, sebelum akhirnya diperluas hingga Pulau Jawa pada 2026.

Rangkaian kompetisi berlangsung sejak pendaftaran pada 30 Juni hingga 8 Agustus 2026. Peserta kemudian menjalani penyisihan secara daring melalui Computer Based Test (CBT) pada 15 dan 18 Agustus. Dari seluruh peserta, 10 tim terbaik berhak melaju ke semifinal dan final di Tegal.

Pada tahap akhir, peserta menghadapi kompetisi cepat tepat sekaligus mempresentasikan gagasan pengembangan ekonomi. Format tersebut membuat kemampuan peserta diuji secara berlapis, mulai dari penguasaan materi, kecepatan berpikir hingga keberanian mempertahankan gagasan di hadapan juri.

Menariknya, edukasi tidak berhenti ketika kompetisi selesai. OJK juga memberikan apresiasi kepada para pemenang dan finalis melalui pembukaan rekening tabungan pelajar secara langsung. Langkah ini menjadi upaya menghubungkan literasi dengan inklusi keuangan, sehingga pelajar tidak hanya memahami layanan keuangan secara teori, tetapi mulai memiliki akses ke layanan keuangan formal.

Dalam KOMPEK 2026, SMAK Penabur Cirebon, Jawa Barat, keluar sebagai juara umum sekaligus Juara 1. Juara 2 diraih SMAN 1 Bawang, Jawa Tengah, sedangkan Juara 3 diraih SMAN 3 Tegal, Jawa Tengah. Sementara itu, kategori Harapan 1 diraih SMAN 1 Kersana, Jawa Tengah, Harapan 2 SMAN 1 Sindang, Jawa Barat, dan Harapan 3 SMKN 2 Semarang, Jawa Tengah.

Perluasan KOMPEK hingga Pulau Jawa menjadi sinyal bahwa literasi keuangan pelajar mulai ditempatkan sebagai kebutuhan strategis, bukan sekadar kegiatan edukasi tambahan. OJK menargetkan kolaborasi dengan perguruan tinggi, sekolah dan berbagai pemangku kepentingan terus diperluas agar generasi muda semakin cakap mengelola uang, kritis terhadap risiko, serta lebih terlindungi saat menggunakan produk dan layanan jasa keuangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....