International Class Program UIN Walisongo, Bentuk Mahasiswa Berdayasaing Global

  • 12 Sep 2026 12:15 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - UIN Walisongo Semarang memperkuat International Class Program (ICP) sebagai program pendidikan yang berorientasi global. ICP tidak hanya diarahkan pada penguasaan bahasa asing, tetapi juga penguatan pola pikir global, teknologi, riset, serta jejaring internasional mahasiswa.

Komitmen tersebut dibahas dalam kegiatan “Strengthening and Advancing International Class Program (ICP)” pada Jumat (11/9/2026). Dekan FTIK UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Abdul Rohman, M.Ag., mengatakan ICP menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Arab sebagai bahasa pengantar pembelajaran yang telah berjalan selama enam angkatan di setiap program studi dan telah meluluskan mahasiswa sebanyak dua kali.

“ICP diharapkan tidak sekadar menjadi kelas dengan bahasa pengantar internasional. Akan tetapi mampu membentuk mahasiswa yang memiliki kompetensi akademik, karakter global, serta kesiapan berinteraksi di lingkungan internasional,” katanya.

Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag., menegaskan mahasiswa ICP merupakan mahasiswa terpilih yang mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kapasitas diri. Ia mendorong mahasiswa memanfaatkan program tersebut untuk meningkatkan skill, kompetensi, mindset, wawasan, dan jejaring internasional.

“Antum mukhtārūn, you are the chosen ones. Kalian adalah mahasiswa-mahasiswa yang terpilih. Karena itu, kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Menurutnya, penguasaan bahasa Arab dan Inggris tidak boleh hanya dipandang sebagai kemampuan berkomunikasi. Bahasa harus menjadi sarana untuk membuka akses terhadap ilmu pengetahuan, teknologi, kerja sama, dan berbagai peluang global.

“Mahasiswa ICP didorong memahami perkembangan teknologi seperti Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI). Penguasaan teknologi diharapkan membuat mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna, tetapi mampu memanfaatkannya untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan kemanusiaan,” tegasnya.

Selain itu, penguatan budaya riset menjadi salah satu fokus ICP. Mahasiswa diarahkan menghasilkan penelitian yang memiliki relevansi global sekaligus membangun jejaring dengan universitas, lembaga penelitian, dan organisasi internasional.

Rektor menegaskan ICP bukan sekadar program atau kelas, melainkan sarana membentuk pola pikir mahasiswa agar mampu melihat dan memanfaatkan peluang di tingkat dunia. “International Class Program is not merely about program and a class, but it’s about mindset, behaviour, access and networking to unlock all the global opportunities,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....