Tim PRC UIN Walisongo Juara 1 Nasional Commfest 2026

  • 19 Sep 2026 14:30 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Tim Walisongo PRC dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Walisongo Semarang meraih Juara 1 tingkat nasional dalam Communication Scenario Competition pada ajang Communication Festival (Commfest) 2026. Kompetisi yang digelar HMPS Ilmu Komunikasi Soegijapranata Catholic University tersebut mengumumkan pemenang pada 18 September 2026.

Walisongo PRC beranggotakan Ahmad Abiyyah Izdihar sebagai ketua tim, Berliana Ramadhani, dan Galih Putri Milan Nesty. Mereka berhasil lolos ke babak final bersama empat tim lain dari Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Dalam kompetisi bertema “Freedom of Speech and Expression in Human Rights Action”, Walisongo PRC mengusung kampanye komunikasi “Ruang Peduli — Ciptakan Ruang Aman, Mulai dari Peduli”.

Kampanye tersebut berfokus pada upaya preventif terhadap kekerasan seksual di lingkungan pendidikan, khususnya bagi siswa SMA/sederajat di Kota Semarang. Pendekatan kampanye menekankan tiga nilai utama, yakni PEKA (Peka), DUKUNG (Dukung), dan LINDUNGI (Lindungi).

Gagasan ini berangkat dari masih ditemukannya kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan. Berdasarkan data SIMFONI PPA 2025, korban kekerasan seksual pada jenjang SLTA mencapai 11.016 orang. Sementara itu, FSGI mencatat 55 kasus kekerasan di satuan pendidikan selama Januari-Juni 2026, dengan 78 persen di antaranya merupakan kekerasan seksual dan total 275 korban.

Melalui Ruang Peduli, tim tidak hanya menawarkan edukasi, tetapi juga mendorong siswa untuk mampu mengenali situasi, memberikan respons yang tepat, serta mengetahui akses bantuan.

Salah satu gagasan yang dirancang adalah 100 Agen Peduli, dengan melibatkan 20 sekolah dan masing-masing lima siswa. Tim juga merancang PEDULI Card yang memuat akses hotline, formulir bantuan, modul edukasi, serta media sosial Ruang Peduli.

Selain itu, terdapat Peduli Voice sebagai ruang bagi siswa menyampaikan suara dan berpartisipasi dalam kampanye, serta Peduli Space sebagai ruang aktivasi dan penyebaran pesan kampanye kepada masyarakat.

Seluruh konsep tersebut merupakan rancangan kampanye untuk kebutuhan kompetisi dan belum menjadi program yang telah dilaksanakan. Meski demikian, tim telah menyiapkan konsep keberlanjutan melalui pemberian materi secara berkala, evaluasi setiap tiga bulan, pemeliharaan koneksi dengan peserta, dan dorongan penerapan konsep di lingkungan sekolah.

Ketua Walisongo PRC, Ahmad Abiyyah Izdihar, mengatakan prestasi tersebut menjadi bukti proses, kerja keras, dan kekompakan tim.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas pencapaian ini. Bagi kami, kemenangan ini bukan hanya tentang menjadi juara, tetapi juga menjadi bukti dari proses, kerja keras, dan kekompakan tim,” ujar Ahmad.

Ia berharap prestasi tersebut menjadi motivasi bagi tim untuk terus berkembang sekaligus membawa nama baik Program Studi KPI UIN Walisongo Semarang.

Ke depan, Walisongo PRC berencana terus mengembangkan gagasan Ruang Peduli di luar ruang kompetisi sebagai pendekatan komunikasi yang mendorong keterlibatan siswa dalam mengenali, mencegah, dan merespons kekerasan seksual, sekaligus membangun lingkungan pendidikan yang lebih aman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....