Undip Sulap Lahan Terlantar di Penggaron Jadi Sawah Modern Ramah Lingkungan

  • 26 Agt 2026 18:40 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang- Universitas Diponegoro mengembangkan model sawah modern berbasis teknologi tepat guna dan ramah lingkungan di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Undip, Penggaron, Semarang. Inovasi ini dikembangkan di atas lahan persawahan yang sebelumnya telah ditinggalkan selama sekitar lima hingga enam tahun.

Pengembangan sawah tersebut saat ini telah mencakup sekitar dua hektar lahan yang telah diolah dan mulai ditanami padi. Program ini diharapkan menjadi laboratorium lapangan untuk menguji penerapan teknologi pertanian berkelanjutan sekaligus meningkatkan produktivitas kawasan.

Kepala Kantor Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK), Prof. Dr. Ir. Sri Puryono, KS, MP, menjelaskan konsep sawah modern yang dikembangkan mengedepankan teknologi tepat guna, ramah lingkungan, serta mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak. Sistem pengairan memanfaatkan enam panel surya dengan kapasitas sekitar 60 meter kubik per jam yang dioperasikan mulai pukul 09.00 hingga 16.00 wib.

“Untuk mendukung ketersediaan air, kami juga membuat pompa hidrolik. Dapat bekerja selama 24 jam,” jelasnya melalui keterangan tertulis, Rabu 26 Agustus 2026.

Sumber air untuk persawahan berasal dari sungai yang berdasarkan hasil pengujian tidak terkontaminasi logam berat. Sementara itu, tingkat keasaman tanah telah diukur pada kisaran pH 7 hingga 8, yang dinilai sesuai untuk budidaya tanaman padi.

Pada tahap awal, varietas padi yang ditanam adalah Inpari (Inbrida Padi Irigasi) dan Inpago yakni varietas unggul padi gogo yang cocok ditanam di lahan kering. Selanjutnya, Undip akan mengembangkan varietas unggul hasil persilangan Rojolele dengan varietas padi dari Jepang.

Pengembangan juga akan dilanjutkan dengan uji coba padi merah kaya nutrisi dan serat yang cocok untuk penderita diabetes. “Harapannya, uji coba ini dapat berhasil dan berproduksi optimal hingga menjadi model pengembangan pertanian yang produktif, efisien, dan ramah lingkungan,” ujar Prof. Puryono.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor II bidang Perencanaan, Keuangan, Aset, Bisnis dan Kerumahtanggaan, Dr. Warsito Kawedar, S.E., M.Si., Akt. menegaskan, pengembangan sawah modern di KHDTK Penggaron tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan produk pertanian. Kawasan tersebut diharapkan berkembang menjadi pusat pembelajaran dan penelitian, khususnya sebagai laboratorium pertanian.

Menurutnya, keberadaan lahan pertanian produktif di kawasan KHDTK juga dapat dikembangkan secara terpadu dengan potensi wisata alam. “Diharapkan kawasan KHDTK Undip di Penggaron dapat berkembang menjadi edu-ekowisata hutan,” ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Undip akan bekerjasama dengan komunitas jeep di sekitar kawasan untuk mendukung edu-ekowisata hutan. Integrasi antara pertanian, pendidikan, penelitian, dan wisata diharapkan menjadikan KHDTK Penggaron sebagai kawasan yang memiliki nilai ekonomi sekaligus edukatif.

Lebih dari itu, Undip menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam pengembangan kawasan. “Kehadiran Undip adalah berdampingan dengan masyarakat, masyarakat adalah keluarga,” katanya.

Melalui pengembangan sawah modern, pemanfaatan energi surya, teknologi pengairan, serta penguatan fungsi edukasi dan ekowisata, Undip berharap KHDTK Penggaron dapat menjadi contoh pengelolaan kawasan yang mengintegrasikan pertanian berkelanjutan, riset, pendidikan, lingkungan, sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....