KKN Undip, Sulap Data Statistik Balita Desa Kedunggading Jadi Infografis Edukatif

  • 12 Agt 2026 03:26 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kendal - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Tahun 2026/2027 melaksanakan program kerja berupa pengolahan dan visualisasi data kesehatan balita di Desa Kedunggading, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal. Program ini bertujuan mengubah data kesehatan yang sebelumnya hanya tersaji dalam bentuk tabel menjadi infografis yang informatif, menarik, dan mudah dipahami masyarakat.

Hal itu sebagai upaya mendukung pencegahan stunting serta meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Mahasiswa KKN Undip, Deta Agesti Setyo Ayu mengatakan, Desa Kedunggading selama ini telah memiliki data rekapitulasi kesehatan balita dan ibu hamil pada tingkat dusun, mulai jumlahnya dan angka stunting.

Selain itu ada juga data jumlah ibu hamil dan yang punya risiko tinggi. Namun, data tersebut masih berupa data tabular sehingga belum mampu memberikan gambaran kondisi kesehatan secara cepat dan mudah dipahami oleh masyarakat maupun pemerintah desa.

"Informasi mengenai status gizi balita dan upaya pencegahan stunting juga belum tersedia secara informatif melalui media digital desa. Berangkat dari permasalahan tersebut, kami mengolah data sekunder menggunakan metode statistik deskriptif untuk menghasilkan visualisasi data yang komunikatif," ungkap mahasiswa dari Program Studi Statistika.

Penjelasan isi infografis kepada tenaga kesehatan mengenai visualisasi data status gizi balita dan edukasi pencegahan stunting, baru-baru ini.

Adapun, hasil pengolahan kemudian dituangkan ke dalam infografis yang memuat informasi mengenai kondisi status gizi balita di Desa Kedunggading beserta edukasi mengenai pencegahan stunting. Infografis tersebut disiapkan dalam bentuk cetak untuk ditempel di Pos Kesehatan Desa (PKD) serta dalam format digital sebagai bahan publikasi pada website Desa Kedunggading.

Melalui penyajian informasi yang lebih visual, pihaknya berharap, masyarakat dapat lebih mudah memahami kondisi kesehatan balita di lingkungan sekitarnya sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak dan pencegahan stunting sejak dini.

Ia menjelaskan, program ini juga membantu pemerintah desa dalam menyampaikan informasi kesehatan secara lebih efektif kepada masyarakat. Program kerja ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being) melalui penyediaan media informasi kesehatan yang edukatif.

Ia mengatakan, program itu juga masuk kategori SDGs Nomor 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui peningkatan literasi kesehatan masyarakat berbasis data. Harapannya, infografis yang telah disusun dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai media edukasi kesehatan di Desa Kedunggading.

Dengan adanya informasi yang mudah dipahami dan mudah diakses, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya menjaga status gizi balita serta aktif mengikuti kegiatan pemantauan kesehatan di Posyandu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....