Ancaman Kejahatan Digital Meningkat, Jateng Perlu Komunitas Siber Terorganisasi

  • 24 Agt 2026 12:26 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Aktivitas masyarakat Jawa Tengah di ruang digital yang terus meningkat dinilai perlu diimbangi dengan penguatan perlindungan terhadap berbagai ancaman siber. Oleh karena itu, Jawa Tengah dinilai membutuhkan komunitas siber yang terorganisasi sebagai wadah edukasi sekaligus kolaborasi menghadapi persoalan keamanan digital.

Dekan Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Digital Universitas Muhammadiyah Semarang, Dr. Muhammad Munsarif, S.Kom., M.Kom., Ph.D., mengatakan perkembangan aktivitas digital saat ini belum sepenuhnya diikuti kesiapan masyarakat dalam melindungi diri dari berbagai ancaman siber. Menurutnya, berbagai sektor yang semakin bergantung pada teknologi digital, mulai dari pendidikan, perbankan, pembelajaran daring hingga UMKM, memiliki potensi menjadi sasaran kejahatan digital.

“Jawa Tengah itu sudah saatnya membutuhkan komunitas siber yang terorganisasi. Transformasi digital sudah berkembang jauh dan cepat dibandingkan kesiapan masyarakat dalam melindungi dirinya,” katanya kepada RRI, Senin, 24 Agustus 2026.

Munsarif menjelaskan, ancaman siber yang dihadapi masyarakat tidak selalu berupa serangan teknis dengan tingkat kecanggihan tinggi. Justru, persoalan yang dekat dengan keseharian masyarakat seperti social engineering, penipuan digital, serta kejahatan dalam transaksi daring perlu menjadi perhatian.

“Yang paling dekat dengan masyarakat adalah justru social engineering, penipuan, transaksi. Ini kan sering sekali, sehingga memang perlu adanya satu komunitas yang menjadi wadah solusi dari persoalan-persoalan tersebut,” jelasnya.

Menurutnya, keberadaan komunitas siber dapat menjadi ruang kolaborasi berbagai pihak untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai keamanan digital. Edukasi tersebut penting agar masyarakat mampu mengenali potensi ancaman dan lebih berhati-hati ketika beraktivitas di ruang digital.

Komunitas tersebut, kata Munsarif, nantinya tidak cukup hanya berperan memberikan edukasi. Perannya dapat diperluas pada upaya pencegahan, deteksi dini terhadap potensi ancaman, hingga pendampingan bagi masyarakat yang menjadi korban kejahatan siber.

Ia berharap pembentukan komunitas siber di Jawa Tengah dapat memperkuat kesiapan masyarakat menghadapi perkembangan teknologi digital. Dengan demikian, peningkatan aktivitas digital dapat berjalan seiring dengan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam menjaga keamanan dirinya di ruang digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....