Menteri PU: Pentingnya Infrastruktur Tangguh Hadapi Tantangan Ring of Fire
- 19 Sep 2026 12:16 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur yang tangguh menghadapi ancaman bencana alam dan perubahan iklim. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-5 Politeknik Pekerjaan Umum (PUtech) Tahun 2026 di Kampus 2 PUtech, Semarang, Sabtu, 19 September 2026.
Dody menyebut tantangan pembangunan, rehabilitasi, dan preservasi infrastruktur di Indonesia semakin besar. Kondisi geografis Indonesia yang berada di kawasan Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik menuntut pembangunan infrastruktur dengan kualitas dan ketahanan yang terus ditingkatkan.
Menurutnya, ketahanan infrastruktur (resilience) harus menjadi perhatian utama, terutama dalam menghadapi gempa bumi, kebakaran, serta berbagai ancaman bencana lainnya. Perubahan iklim yang semakin kompleks juga menghadirkan tantangan baru bagi sektor pekerjaan umum.
"Tantangan pekerjaan umum dari waktu ke waktu semakin besar. Apalagi Indonesia masuk ke dalam Ring of Fire, sehingga kualitas bangunan dan infrastruktur yang kita bangun serta ketahanannya mesti kita jaga agar lebih tahan terhadap gempa, api, dan ancaman lainnya," ujar Dody dalam sesi jumpa pers.
Ia mencontohkan kerusakan bangunan akibat bencana di sejumlah daerah sebagai pengingat pentingnya pembangunan infrastruktur yang memperhitungkan risiko bencana. Karena itu, pengembangan teknologi dan kemampuan adaptasi menjadi kebutuhan bagi tenaga profesional di bidang pekerjaan umum.
Dody menilai lulusan PUtech akan menjadi bagian penting dalam menjawab tantangan tersebut. Sebagai tenaga terampil di bidang konstruksi, para lulusan diharapkan mampu mendukung pembangunan sekaligus pemeliharaan infrastruktur nasional agar lebih aman, kuat, dan berkelanjutan.

"Adik-adik ini ke depan akan menjadi tulang punggung negeri untuk membangun Indonesia. Tantangannya akan sangat besar, baik dalam pembangunan, preservasi, maupun rehabilitasi infrastruktur," katanya.
Pada kesempatan tersebut, PUtech mengukuhkan 230 wisudawan dan wisudawati sebagai Ahli Madya Teknik dari tiga program studi. Rinciannya, 72 lulusan Teknologi Konstruksi Bangunan Air, 82 lulusan Teknologi Konstruksi Jalan dan Jembatan, serta 76 lulusan Teknologi Konstruksi Bangunan Gedung.
Direktur PUtech, Ir. Brawijaya, menyampaikan bahwa 64 wisudawan telah bekerja atau diterima bekerja. Selain itu, 57 lulusan masih mengikuti proses seleksi di sejumlah kontraktor BUMN.
PUtech menerapkan pendidikan vokasi dengan komposisi 70 persen praktik dan 30 persen teori. Para mahasiswa juga menjalani program magang dan kerja praktik selama enam bulan serta memperoleh sertifikasi kompetensi konstruksi untuk mendukung kesiapan mereka memasuki dunia profesional.

Wisuda ke-5 ini menandai perjalanan PUtech dalam menyiapkan tenaga terampil di bidang konstruksi. Para lulusan diharapkan mampu berkontribusi menghadapi tantangan pembangunan infrastruktur nasional dengan kompetensi teknis, integritas, dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi serta risiko bencana.
Menambahkan, Wakil Direktur II Politeknik Pekerjaan Umum, Ir. Iriandi Azwartika, menjelaskan bahwa pendidikan di PUtech dirancang sesuai kebutuhan bidang pekerjaan umum. Tiga program studi yang tersedia masing-masing merepresentasikan bidang Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Cipta Karya.
Iriandi menyebut lulusan PUtech telah mulai terserap di berbagai perusahaan, termasuk perusahaan karya dan sektor konsesi. Untuk memperluas kesempatan kerja, PUtech juga mengembangkan Career Center yang membantu para wisudawan memperoleh akses ke dunia industri dan dunia kerja.

"Pada tahun ini, sekitar 47 persen lulusan telah bekerja dalam tiga bulan pertama setelah wisuda. Angka tersebut diharapkan meningkat pada masa tunggu enam bulan, seiring dukungan Kementerian PU dan mitra industri dalam menyerap tenaga terampil dari PUtech," kata Iriandi.
Ia menjelaskan, mahasiswa PUtech memperoleh pengalaman melalui program magang dan interaksi langsung dengan dunia usaha serta dunia industri. "Pengalaman tersebut menjadi salah satu jalur bagi lulusan untuk mendapatkan kesempatan bekerja di perusahaan tempat mereka menjalani magang," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....