Dosen Unwahas Ikuti Forum Internasional CCSD India

  • 23 Agt 2026 11:45 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Dosen Program Studi Teknik Kimia Universitas Wahid Hasyim (Unwahas), Dr. Indah Hartati, ST., MT ambil bagian dalam International Training Programme on Climate Change and Sustainable Development (CCSD). Forum internsional itu diselenggarakan oleh Environment Protection Training and Research Institute (EPTRI), Hyderabad, India, pada 12–25 Agustus 2026.

Program ini merupakan bagian dari Indian Technical and Economic Cooperation (ITEC) Programme, sebuah program pelatihan internasional yang didanai penuh oleh Pemerintah India. Keikutsertaan dosen Unwahas dalam program ini diinisiasi dan dikoordinasikan oleh Kantor Urusan Internasional dan Kerja Sama (KUIK) Unwahas bekerjasama dengan Kedutaan Besar India di Jakarta dan Konsul Kehormatan India di Surabaya.

Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta dari 28 negara, menjadikannya forum internasional yang mempertemukan para akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan untuk membahas isu-isu strategis terkait perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.

Selama dua minggu, peserta akan mendapatkan materi intensif mengenai berbagai topik penting, antara lain aksi strategis iklim bagi negara berkembang, transisi energi terbarukan seperti solar dan hidrogen hijau, manajemen sumber daya air terpadu, ekonomi sirkular, pertanian tangguh iklim, serta dampak perubahan iklim terhadap kesehatan manusia.

Selain sesi akademik, program juga akan dilengkapi dengan kunjungan teknis ke SustainX 2026 – India’s Sustainability, AI & Enterprise Expo, serta kegiatan budaya yang memperkuat jejaring internasional antar peserta.

Rektor Unwahas, Prof. Helmy Purwanto, berharap partisipasi Dr. Indah Hartati, ST., MT dalam program ini dapat memperkaya wawasan. Selain itu juga dapat memperkuat kontribusi akademisi Indonesia dalam diskursus global mengenai perubahan iklim, sekaligus membuka peluang kolaborasi riset lintas negara.

"Keikutsertaan ini sejalan dengan komitmen Universitas Wahid Hasyim dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya melalui pengembangan riset berbasis fiqh pada pangan fungsional halal dan energi berkelanjutan, serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan lingkungan global," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....