Bidik Top 500 Dunia, Undip Perluas Kolaborasi Riset dengan Sciences Po Paris

  • 15 Sep 2026 14:28 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Paris – Universitas Diponegoro (Undip) membuka peluang kerja sama akademik dengan Sciences Po, Paris, salah satu perguruan tinggi dan pusat riset terkemuka dunia di bidang ilmu sosial, politik, hukum, dan hubungan internasional. Kerja sama yang dijajaki mencakup riset bersama, publikasi internasional, pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga peluang studi doktoral bagi dosen Undip dengan dukungan beasiswa LPDP.

Peluang tersebut dibahas dalam rangkaian pertemuan delegasi Undip yang dipimpin Wakil Rektor IV Undip, Wijayanto, PhD, di Sciences Po pada 7–8 September 2026. Pertemuan menjadi bagian dari strategi Undip memperluas jejaring internasional dan membangun kolaborasi dengan institusi akademik kelas dunia.

Posisi Sciences Po sebagai mitra strategis Undip diperkuat oleh capaian akademiknya. Berdasarkan QS World University Rankings by Subject 2026, Sciences Po menempati peringkat ketiga dunia bidang Politics, di bawah Harvard University dan University of Oxford, serta menjadi universitas terbaik di Uni Eropa dalam bidang Politics selama sebelas tahun berturut-turut.

Salah satu agenda utama delegasi Undip adalah pertemuan dengan Prof. Jeremy Perelman, Vice President for International Affairs Sciences Po. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas peluang kolaborasi riset, joint publication, joint supervision, pertukaran staf dan dosen (staff exchange), pertukaran mahasiswa (student exchange), serta pengembangan mobilitas akademik internasional.

“Selain itu, dibahas pula peluang bagi dosen Undjp untuk melanjutkan pendidikan doktoral (S3) di Sciences Po dengan dukungan beasiswa LPDP. Kerja sama juga berpotensi dikembangkan melalui skema joint supervision atau co-supervision, khususnya bagi mahasiswa doktoral, yang memungkinkan penguatan pembimbingan akademik dan jejaring riset antara Undip dan Sciences Po”, tambahnya Selasa 15 September 2026.

Delegasi Undip juga bertemu dengan Stéphane Lacroix, akademisi Sciences Po yang memiliki kepakaran dalam kajian politik dan agama di dunia Muslim. Pertemuan tersebut membuka peluang pengembangan kolaborasi riset internasional pada bidang yang menjadi kekuatan akademik kedua institusi.

Selain itu, pertemuan dengan Stéphanie Balme, Direktur Centre de recherches internationales (CERI), menjadi pintu masuk untuk menjajaki penelitian bersama, joint publication, seminar akademik, serta perluasan jejaring antarpeneliti. CERI merupakan salah satu pusat riset penting di Sciences Po.

Koneksi akademik Undip dengan komunitas peneliti Asia Tenggara juga diperkuat melalui pertemuan dengan David Camroux, akademisi dan peneliti yang memiliki rekam jejak panjang dalam kajian politik dan hubungan internasional Asia Tenggara. Selain agenda kelembagaan, delegasi Undip bertemu mahasiswa Indonesia di Sciences Po dalam seminar dan diskusi mengenai perkembangan politik, demokrasi, serta tantangan kontemporer Indonesia.

Rangkaian kunjungan selama dua hari tersebut menghasilkan sejumlah peluang kerja sama yang akan ditindaklanjuti, mulai dari kolaborasi penelitian, joint publication, joint supervision, pertukaran dosen dan tenaga kependidikan, pertukaran mahasiswa, visiting scholar, hingga studi doktoral dosen Undip melalui dukungan beasiswa LPDP. Kerja sama dengan Sciences Po dan CERI diharapkan memperkuat visibilitas internasional Undip sekaligus menghasilkan kolaborasi akademik yang konkret dan berdampak bagi pengembangan riset serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....