Keterbatasan Lahan, Mahasiswa Kembangkan Vertical Garden dari Botol Plastik

  • 21 Agt 2026 14:31 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Batang - Keterbatasan lahan serta keberadaan sampah plastik menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang dapat ditemukan di wilayah permukiman padat. Sebagai salah satu upaya untuk merespons permasalahan tersebut, mahasiswa KKN melaksanakan kolaborasi program Eco-Design Vertical Garden: Solusi Struktur Daur Ulang Botol Plastik dan Eco-Action & Education: Penerapan dan Perawatan Vertical Garden.

Program ini diusulkan oleh Kerithya Lovellin N Sihombing Program Studi Hukum dan Melva Fayra Razmi Program Studi Psikologi. Kegiatan terlaksana di lahan milik warga RT 6, Desa Klidang Lor, dengan kondisi lahan yang relatif terbatas.

Kerithya mengatakan, program ini berfokus pada pemanfaatan botol plastik bekas sebagai media tanam melalui penerapan vertical garden. Selain itu, program ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penerapan dan pemeliharaan struktur tersebut secara berkelanjutan.

“Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pengumpulan dan pemilahan botol plastik bekas berukuran 1,5 liter yang masih layak digunakan. Botol yang telah terkumpul kemudian dipersiapkan melalui perancangan skema pemotongan, pembuatan sistem drainase, serta perhitungan beban struktur,” kata Kerithya dalam keterangan tertulis, Kamis, 20 Agustus 2026.

Tahapan tersebut dilakukan untuk menghasilkan struktur vertical garden yang memiliki fungsi optimal, aman, serta sesuai dengan kondisi lahan yang tersedia. Tahap berikutnya meliputi perakitan struktur dan penempatan botol sebagai media tanam. Dalam proses tersebut, warga dilibatkan secara langsung melalui kegiatan pengisian media tanam dan penanaman bibit.

Mahasiswa turut memberikan pendampingan terkait teknik penggantungan dan penempatan struktur pada lokasi sasaran. Selain itu, dilakukan edukasi mengenai tata cara penyiraman, penempatan, serta pemeliharaan tanaman agar vertical garden dapat berfungsi secara optimal dan berkelanjutan.

Melva Fayra Razmi menerangkan, implementasi program menghasilkan struktur vertical garden berbahan dasar botol plastik bekas yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif media tanam pada lahan dengan keterbatasan ruang. “Struktur yang dihasilkan juga dilengkapi dengan sistem drainase untuk mendukung pengelolaan air pada media tanam,” jelasnya.

Hal tersebut sesuai dengan rancangan program Eco-Design yang mencakup aspek perancangan struktur, sistem drainase, dan keamanan struktur vertical garden. Selain menghasilkan struktur vertical garden, kegiatan juga mencakup keterlibatan masyarakat dalam proses perakitan, pengisian media tanam, dan penanaman bibit.

Melalui edukasi yang diberikan, warga memperoleh pemahaman mengenai langkah-langkah sederhana dalam melakukan penyiraman dan pemeliharaan tanaman. Dengan demikian, program tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan kembali botol plastik, tetapi juga pada pengembangan praktik pemeliharaan lingkungan yang dapat dilanjutkan oleh masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan menghadapi beberapa kendala, antara lain keterbatasan partisipasi dari sebagian warga serta kondisi lahan yang relatif sempit dan tidak rata. Kondisi tersebut menjadi tantangan khususnya dalam proses penempatan kayu penyangga sebagai struktur penggantung botol. Meskipun demikian, seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, dilakukan pemantauan secara berkala terhadap kondisi tanaman, media tanam, serta kekuatan ikatan dan struktur vertical garden. Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga keberfungsian struktur vertical garden sekaligus memastikan pemanfaatannya dapat berlangsung secara berkelanjutan di lingkungan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....