Atasi Keterbatasan Akses Darat, USM Kembangkan Platform Apung di Demak
- 07 Sep 2026 11:02 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Tim dosen Program Studi S1 Teknik Sipil Universitas Semarang (USM) memberikan pendampingan teknis dalam perancangan dan pembuatan platform apung atau ponton di kawasan pantai Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak.
Platform apung tersebut dikembangkan sebagai alternatif sarana mobilisasi material konstruksi untuk mendukung pembangunan Tanggul Pantai I di Kabupaten Demak. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) USM yang dilaksanakan bersama mitra CV Dwipa Abidaya dan CV Jati Utama.
Tim PKM USM terdiri atas Dr. Ir. Dhamang Budi Cahyono, S.T., M.T., IPM, ACPE sebagai ketua, bersama anggota Ir. Kukuh Wisnuaji Widiatmoko, S.T., M.T., Dr. Lila Anggraini, S.T., M.T., serta Ir. Ngudi Hari Crista, S.T., M.T., IPM, ASEAN Eng.
Dalam program tersebut, tim dosen memberikan pendampingan mulai dari identifikasi kebutuhan, perancangan, pembuatan hingga pemanfaatan platform apung. Desain dan penggunaannya disesuaikan dengan kondisi lapangan serta kebutuhan mobilisasi material di kawasan pesisir.
Ketua Tim PKM USM, Dhamang Budi Cahyono, mengatakan platform apung dikembangkan untuk memberikan alternatif transportasi material yang lebih fleksibel, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan akses transportasi darat.
“Platform apung dikembangkan sebagai alternatif sarana transportasi material yang lebih fleksibel. Sehingga dapat membantu proses distribusi material dari area penyimpanan menuju lokasi pekerjaan melalui jalur sungai dan perairan,” ujar Dhamang dalam pesan tertulis Senin 7 September 2026.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam memberikan solusi teknis terhadap persoalan nyata yang dihadapi pelaksana konstruksi di kawasan pesisir. Pendampingan juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan mitra dalam merencanakan dan memanfaatkan platform apung secara efektif sesuai kondisi lapangan.
Dalam pelaksanaannya, CV Dwipa Abidaya dan CV Jati Utama tidak hanya menjadi penerima manfaat. Kedua mitra turut terlibat aktif dalam identifikasi permasalahan, diskusi teknis, persiapan material, proses pembuatan hingga pemanfaatan platform apung.
Dhamang menilai keterlibatan langsung mitra menjadi faktor penting agar inovasi yang dikembangkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Kolaborasi antara perguruan tinggi dan mitra diharapkan dapat menghasilkan inovasi sederhana namun aplikatif, khususnya dalam mendukung pembangunan infrastruktur di kawasan pesisir yang memiliki keterbatasan akses transportasi darat,” tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....