Gali Potensi Embung, KKN Undip Dorong Konservasi Air Menuju Desa Berkelanjutan

  • 16 Agt 2026 04:53 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kendal – Menyimpan potensi sebagai sumber cadangan air bagi masyarakat dan sektor pertanian, keberadaan Embung Kedunggading di Kabupaten Kendal menjadi salah satu aset lingkungan yang perlu dijaga keberlanjutannya. Melihat pentingnya peran tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang melaksanakan program Optimalisasi Pemanfaatan Embung Desa melalui Edukasi Konservasi Air dan Pemetaan Informasi Embung.

Kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN Undip, Madiana Rahmania Poetry dan Nurul Yulia Andini ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai fungsi embung. Sekaligus mendorong kesadaran untuk menjaga kualitas dan kelestarian sumber daya air di Desa Kedunggading, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal, baru-baru ini.

Nurul mengatakan, pelaksanaan program diawali dengan observasi kondisi Embung Kedunggading dan lingkungan di sekitarnya. Observasi dilakukan untuk mengetahui kondisi aktual embung serta mengidentifikasi berbagai hal yang perlu diperhatikan dalam upaya pemanfaatan dan konservasi sumber daya air.

"Salah satu kondisi yang menjadi perhatian yaitu adanya potensi sedimentasi yang dapat menyebabkan pendangkalan dan mengurangi kapasitas tampung embung. Hasil pengamatan tersebut kemudian menjadi dasar dalam penyusunan informasi mengenai Embung Kedunggading," jelas Nurul, sapaan akrab mahasiswa program studi Oseanografi yang ikut berkontribusi dalam penyusunan eduwisata embung.

Selain melakukan observasi, kata dia, juga dilakukan pemetaan lokasi Embung Kedunggading menggunakan software ArcGIS untuk menghasilkan informasi spasial mengenai lokasi dan kondisi embung. Hasil pemetaan lalu dipadukan dengan materi edukasi dan disajikan melalui banner.

Menurut dia, banner itu memuat peta lokasi embung, pengertian dan manfaat embung, langkah-langkah sederhana untuk menjaga kelestarian air, serta informasi mengenai sedimentasi, meliputi pengertian, penyebab, dampak, dan langkah-langkah pencegahannya. Edukasi konservasi menjadi salah satu bagian utama dalam kegiatan ini.

Madiana menuturkan, masyarakat dalam kegiatan ini juga diberikan pemahaman bahwa embung tidak hanya berfungsi sebagai tempat penampungan air. Namun juga memiliki peran dalam mendukung kebutuhan air masyarakat, terutama untuk sektor pertanian, serta menjaga keberlanjutan lingkungan di sekitarnya.

"Masyarakat juga diajak untuk mencegah berbagai aktivitas yang dapat menurunkan kualitas air, seperti membuang sampah sembarangan dan melakukan kegiatan yang berpotensi meningkatkan sedimentasi pada embung," tuturnya. Program ini turut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs ke-6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak melalui edukasi mengenai pemeliharaan kualitas dan keberlanjutan sumber daya air.

Selain itu, kegiatan ini mendukung SDGs ke-11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui upaya peningkatan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan desa. Upaya menjaga lingkungan sekitar embung dan mencegah kerusakan ekosistem juga sejalan dengan SDGs ke-15 tentang Ekosistem Daratan.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa KKN Undip bersama pemerintah desa, pengelola embung, serta masyarakat Desa Kedunggading untuk menciptakan kesadaran bersama. Bahwa pengelolaan embung bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan membutuhkan partisipasi masyarakat secara berkelanjutan.

Melalui program ini, pihaknya berharap informasi yang telah disusun dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Kedunggading. Pemetaan dan media edukasi yang dihasilkan diharapkan tidak hanya menjadi luaran kegiatan KKN.

Namun, pemetaan juga bisa jadi media informasi yang membantu masyarakat mengenali potensi Embung Kedunggading, memahami permasalahan sedimentasi, serta meningkatkan kepedulian terhadap konservasi air dan upaya pencegahan sedimentasi. Dengan kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, pengelola, dan masyarakat, Embung Kedunggading diharapkan dapat terus dimanfaatkan secara bijak dan dijaga keberlanjutannya sebagai salah satu sumber daya penting bagi kehidupan penduduk pedesaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....