Teknologi Polines Bantu Tingkatkan Produktivitas Usaha Kicimpring Wonosobo
- 12 Agt 2026 13:36 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Wonosobo – Teknologi tepat guna yang diterapkan Politeknik Negeri Semarang (Polines) membantu meningkatkan efisiensi produksi IRT Kicimpring Kang Mus di Desa Ngepoh, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo. Penggunaan mesin mixer adonan membuat proses produksi lebih cepat sekaligus meningkatkan kapasitas pengadonan.
Ketua tim pengabdian kepada masyarakat Polines, Friska Ayu Fitrianti Sugiono, mengatakan sebelum menggunakan mesin mixer, proses pencampuran adonan kicimpring masih dilakukan secara manual. Dalam satu kali proses, mitra hanya mampu mengolah sekitar 2,5 kilogram adonan dengan waktu pengerjaan hingga 30 menit.
Setelah mesin diterapkan, kapasitas pengadonan meningkat menjadi 10 kilogram per proses dengan waktu sekitar 15 menit. Selain lebih cepat, mesin juga menghasilkan adonan yang lebih homogen sehingga konsistensi mutu produk dapat lebih terjaga.
“Selain lebih cepat, adonan yang dihasilkan juga lebih homogen sehingga konsistensi mutu produk dapat lebih terjaga,” kata Friska dalam keterangan tertulis, Rabu, 12 Agustus 2026.
Menurutnya, peningkatan efisiensi tersebut menjadi penting. Sebab, permintaan kicimpring Kang Mus dapat meningkat hingga sekitar 15 kilogram per hari, terutama saat musim hajatan dan hari raya.
Tidak hanya memberikan mesin, tim Polines juga memberikan pelatihan kepada anggota mitra agar teknologi tersebut dapat digunakan dan dirawat secara mandiri. Sebanyak lima anggota mitra telah mampu mengoperasikan serta melakukan perawatan dasar mesin.
Pelatihan dilakukan secara praktik, mulai dari pengenalan komponen mesin, prosedur pengoperasian, keselamatan kerja, higienitas pangan hingga perawatan mesin. Program pengabdian tersebut juga menyasar penguatan manajemen usaha melalui digitalisasi pencatatan keuangan.
Mitra dilatih menggunakan sistem pencatatan digital untuk mencatat arus kas, pembelian bahan baku, biaya produksi, biaya operasional dan pendapatan penjualan. “Mitra mendapatkan pelatihan dan pendampingan menggunakan sistem pencatatan digital untuk mencatat arus kas, pembelian bahan baku, biaya produksi, biaya operasional, dan pendapatan penjualan,” jelas Friska.
Hasil pendampingan menunjukkan tiga anggota mitra telah mampu menggunakan sistem pencatatan keuangan digital. Mereka juga telah mampu menyusun arus kas harian dan bulanan serta membuat laporan laba-rugi sederhana.
Menurut Friska, kombinasi teknologi produksi dan digitalisasi manajemen keuangan diharapkan dapat memperkuat kemandirian IRT Kicimpring Kang Mus. Efisiensi proses produksi dan pengelolaan keuangan yang lebih tertata menjadi modal penting bagi pengembangan usaha secara berkelanjutan.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini didukung Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (BIMA) Tahun 2026. Program Polines bersama IRT Kicimpring Kang Mus dilaksanakan melalui tahapan identifikasi kebutuhan, implementasi teknologi, pelatihan, pendampingan hingga evaluasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....