Dosen Polines Raih Gelar Doktor, Kembangkan Algoritma WE-Gen.A

  • 04 Agt 2026 18:31 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Dosen Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Semarang (Polines), Muhammad Anif meraih gelar Doktor Teknik Elektro di Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM), Rabu 15 Juli 2026. Anif berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul "Optimasi Indeks Kualitas Misi Multikriteria Berorientasi Efisiensi Energi pada Sistem Multi-UAV dalam Lingkungan Flying Ad-Hoc Network (FANET)" pada sidang promosi doktor

Pada disertasinya , Muhammad Anif menghadirkan inovasi berupa algoritma optimasi baru bernama Weighted Energy-aware Genetic Algorithm (WE-Gen.A). Algoritma tersebut dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan misi pada sistem multi-Unmanned Aerial Vehicle (multi-UAV) dengan tetap mengedepankan efisiensi penggunaan energi.

Menurut Anif, penelitian ini dilandasi oleh meningkatnya pemanfaatan teknologi UAV atau drone di berbagai sektor, mulai dari pemantauan wilayah, pencarian dan penyelamatan korban bencana, pertanian presisi, inspeksi infrastruktur, hingga pengumpulan data di wilayah yang sulit dijangkau. Di tengah perkembangan tersebut, keterbatasan kapasitas baterai masih menjadi tantangan utama karena memengaruhi durasi operasi serta keberhasilan pelaksanaan misi.

Sebagai solusi, Muhammad Anif memperkenalkan konsep Indeks Kualitas Misi, yakni fungsi objektif multikriteria yang mengintegrasikan lima indikator utama. Kelimanya meliputi efisiensi energi, kelengkapan cakupan wilayah pengamatan (coverage completeness), keberhasilan pengumpulan data (data delivery reliability), pemerataan beban kerja antar-UAV (UAV fairness), serta pemerataan pelayanan terhadap titik pengamatan (Point of Interest fairness).

“Pendekatan tersebut memungkinkan proses optimasi tidak hanya berorientasi pada penghematan energi, tetapi juga mampu menjaga kualitas pelaksanaan misi secara menyeluruh. Dengan demikian, sistem multi-UAV dapat bekerja lebih efektif, efisien, dan seimbang dalam berbagai kondisi operasional,” kata Muhammad Anif melalui keterangan tertulis Selasa 4 Agustus 2026.

“Melalui berbagai skenario simulasi, algoritma WE-Gen.A menunjukkan performa yang lebih unggul dibandingkan sejumlah metode yang telah ada, seperti Random Assignment, Greedy, Multi-Robot Genetic Algorithm (MR-GA), Energy-Balanced Genetic Algorithm (EB-GA), hingga Non-dominated Sorting Genetic Algorithm II (NSGA-II),” tambahnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma yang dikembangkan mampu menghasilkan keseimbangan yang lebih optimal antara efisiensi energi dan kualitas misi dibandingkan metode-metode sebelumnya. Muhammad Anif menjelaskan bahwa penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi pengembangan sistem koordinasi multi-UAV yang lebih cerdas dan efisien, khususnya pada aplikasi yang membutuhkan operasi otonom dalam jangka waktu lama dengan sumber energi yang terbatas.

"Konsep Indeks Kualitas Misi yang dikembangkan dalam penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan algoritma optimasi multi-UAV yang tidak hanya mengejar efisiensi energi, tetapi juga mempertimbangkan keberhasilan misi secara menyeluruh. Pendekatan ini memiliki potensi untuk diterapkan pada berbagai aplikasi UAV di masa depan," ungkap Anif.

Selain memberikan kontribusi ilmiah pada bidang optimasi sistem multi-UAV dan Flying Ad-Hoc Network (FANET), hasil penelitian ini juga dinilai relevan dengan perkembangan teknologi komunikasi generasi mendatang yang mengintegrasikan UAV sebagai bagian dari infrastruktur jaringan cerdas.

Keberhasilan Muhammad Anif meraih gelar doktor menjadi bukti nyata komitmen Politeknik Negeri Semarang dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, memperkuat budaya riset dan inovasi, serta menghasilkan karya ilmiah yang berdampak bagi pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kemajuan masyarakat.

Melalui capaian ini, Polines terus menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi vokasi yang unggul, inovatif, dan berkontribusi dalam menjawab tantangan teknologi masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....