Kurikulum Outcome Based Education USM Dorong Lulusan Akuntansi Lebih Siap Kerja
- 11 Agt 2026 15:38 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Program Studi S1 Akuntansi Universitas Semarang (USM) memperkuat kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) untuk memastikan lulusan tidak hanya menguasai teori. Akan tetapi, juga memiliki kompetensi dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Penguatan tersebut dilakukan melalui Workshop Penyusunan Kurikulum Berbasis OBE yang mengangkat tema “Closing the Loop”. Kegiatan ini menjadi bagian dari monitoring dan evaluasi kurikulum sekaligus pengembangan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Workshop menghadirkan pakar kurikulum OBE dari Universitas Negeri Semarang (Unnes), Dr. Maylia Pramono Sari, S.E., M.Si., Akt., CA., ACPA dan Dr. Nanik Sri Utaminingsih, S.E., M.Si. Para dosen Prodi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi USM juga terlibat aktif dalam pembahasan dan penyusunan rancangan kurikulum.
Nanik menjelaskan OBE merupakan pendekatan pendidikan yang menitikberatkan pada kompetensi lulusan yang harus dapat dicapai dan diukur. Karena itu, proses penyusunan kurikulum dimulai dari penetapan profil lulusan, perumusan capaian pembelajaran, hingga penyelarasan metode pembelajaran, penilaian, dan evaluasi.
“Workshop ini menjadi langkah strategis bagi Prodi S1 Akuntansi dalam mereorientasi kurikulum pendidikan agar lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja masa depan dan standar akreditasi internasional (IAPS 4.0),” katanya dalam keterangan tertulis, Selasa, 11 Agustus 2026.
Sementara itu, Dr. Maylia Pramono Sari menekankan perlunya perubahan paradigma dari pendekatan Input-Process Based menuju Output-Outcome Based. Menurutnya, kurikulum harus mampu menunjukkan kompetensi yang benar-benar dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan.
Ia menjelaskan, keterkaitan antara Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), dan RPS harus dirancang secara sistematis. Keselarasan tersebut penting agar pembelajaran tidak berhenti pada penguasaan pengetahuan akademik, tetapi juga menghasilkan keterampilan praktis dan soft skills yang dibutuhkan dunia kerja.
Menurutnya, penerapan OBE bukan sekadar pemenuhan administrasi akademik. Pendekatan tersebut merupakan filosofi pendidikan yang menempatkan kemampuan mahasiswa setelah lulus sebagai salah satu ukuran utama keberhasilan proses pembelajaran.
Dalam workshop, para dosen Prodi S1 Akuntansi juga membahas tantangan penerapan OBE, termasuk bagaimana mengintegrasikan mata kuliah yang bersifat dogmatik ke dalam kerangka capaian pembelajaran. Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan terkait penerapan kurikulum di tingkat program studi.
Kedua narasumber kemudian memberikan solusi melalui pemetaan Body of Knowledge atau bahan kajian. Pemetaan tersebut diperlukan agar materi antarmata kuliah dapat tersusun secara proporsional dan tidak terjadi tumpang tindih pembelajaran.
Dekan Fakultas Ekonomi USM, Dr. Edy Suryawardana, S.E., M.M., mengatakan penguatan kurikulum OBE merupakan bagian dari komitmen fakultas meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing. “Dengan RPS yang terukur, mahasiswa Prodi S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi, USM diharapkan tidak hanya menguasai teori saja, tetapi juga memiliki keterampilan literasi data, teknologi, dan manusia (soft skills Abad 21),” ucapnya.
Kegiatan ditutup dengan praktik penyusunan draf RPS terbaru. Para dosen mendapatkan pendampingan langsung dari narasumber agar rancangan pembelajaran yang disusun sesuai dengan prinsip OBE dan capaian kompetensi yang ditargetkan.
Melalui penguatan kurikulum tersebut, Prodi S1 Akuntansi USM menargetkan proses pembelajaran semakin terarah pada kebutuhan kompetensi masa depan. Dengan demikian, lulusan diharapkan lebih siap memasuki dunia kerja sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....