Mahasiswi KKN Undip Luncurkan Modul Pelatihan Branding di Desa Mojo
- 09 Agt 2026 16:44 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kendal — Mahasiswi KKN Universitas Diponegoro (Undip) yang bertugas di Desa Mojo, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal, baru-baru ini, meluncurkan Modul Pelatihan Branding UMKM. Hal itu sebagai upaya mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perempuan di desa tersebut agar produk lokal mereka semakin dikenal, laris, dan bernilai jual lebih tinggi.
Mahasiswi KKN Undip, Ilya Rahmaini menuturkan, banyak pelaku UMKM di Desa Mojo sebenarnya memiliki produk berkualitas, namun belum memiliki identitas usaha yang kuat sehingga sulit bersaing dan dikenal luas. Modul ini disusun untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan pendekatan yang sederhana dan mudah dipraktikkan langsung oleh pelaku usaha.
"Branding bukan cuma soal logo atau kemasan mewah. Branding adalah cara kita memperkenalkan diri dan produk kita kepada orang lain, supaya mudahnya itu mereka ingat, percaya, dan mau membeli," kata mahasiswi Sastra Inggris tersebut.
Menurut Ilya, program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat KKN Undip yang dirancang khusus menyasar ibu-ibu pelaku UMKM di Desa Mojo. Pelaksanaannya pada tanggal 30 Juli 2026 di kediaman Ibu Yuni sebagai pemilik usaha Berkah Laundry.

Adapun, modul ini disusun secara praktis dengan sejumlah materi dan lembar kerja yang bisa langsung diisi oleh peserta. Isi modul terkait konsep dasar branding, dijelaskan lewat ilustrasi sederhana perbandingan dua penjual tempe dengan kualitas sama, namun salah satunya mampu menceritakan keunggulan produknya sehingga lebih dipercaya pembeli.
"Ada tiga pertanyaan dasar branding: siapa saya, apa yang saya jual, dan untuk siapa produk tersebut, dilengkapi lembar latihan agar peserta langsung merumuskan identitas usahanya sendiri. Materi lainnya, panduan membuat nama usaha yang menarik, dengan tips agar nama singkat, mudah diingat, dan mencerminkan produk," ungkapnya.
Menurut dia, modul juga membahas template caption untuk WhatsApp dan media sosial, termasuk contoh format perkenalan produk dan storytelling di balik produk. Ada pula tips memotret produk menggunakan HP, mulai dari pemanfaatan cahaya alami, pemilihan latar belakang, hingga sudut pengambilan foto.
Selanjutnya, ada lembar kerja identitas usaha, sebagai panduan bagi pelaku UMKM untuk mendokumentasikan nama usaha, produk, keunggulan, target pembeli, hingga rencana tindak lanjut setelah mengikuti pelatihan. Modul ini diharapkan dapat menjadi bekal jangka panjang bagi ibu-ibu pelaku UMKM di Desa Mojo dalam membangun branding usaha secara mandiri dan konsisten.
"Semangat, Ibu-Ibu! Produk Mojo layak dikenal masyarakat," kata Ilya. Program ini menjadi salah satu wujud kontribusi mahasiswi dalam mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan di tingkat desa melalui pendekatan yang aplikatif dan mudah diakses oleh masyarakat.
Pemilik Berkah Laundry, Ny Yuni mengaku, pendampingan ini membuka wawasan baru soal cara memasarkan produknya. "Selama ini saya jualan ya jualan saja, nama usaha ya biasa saja, tidak terlalu kepake, tidak pernah kepikiran soal pentingnya pengaruh nama usaha atau apa itu branding. jadi ternyata produk saya juga punya cerita ya yang bisa dijual," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....