Mahasiswa KKN Undip Sulap Limbah Bonggol Jagung Jadi Briket Bernilai Ekonomi
- 06 Agt 2026 19:30 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kendal – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) Tahun Akademik 2025/2026 mengajak pemuda Desa Sendangdawung, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, memanfaatkan limbah bonggol jagung menjadi briket sebagai bahan bakar alternatif. Inovasi tersebut diharapkan mampu mengurangi limbah pertanian sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Program pemberdayaan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Gagasan lahir setelah mahasiswa menemukan banyak bonggol jagung yang menumpuk setiap musim panen dan belum dimanfaatkan secara optimal.
Ketua pelaksana KKN, Romi Alvian, mengatakan ide pengolahan bonggol jagung menjadi briket berasal dari hasil observasi selama dua pekan pertama pelaksanaan KKN di Desa Sendangdawung. "Alasan sederhana kenapa sosialisasi ini hadir adalah karena dari hasil observasi dua minggu KKN Undip di Sendangdawung,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Kamis, 6 Agustus 2026.
“Kami melihat bonggol jagung pascapanen yang melimpah ini punya potensi besar yang sayang kalau didiamkan. Limbah ini sebenarnya bisa diolah menjadi sumber daya yang mudah, terjangkau, dan bernilai ekonomi," ujarnya.
Sosialisasi digelar pada Minggu, 2 Agustus 2026 dengan melibatkan anggota Karang Taruna Desa Sendangdawung. Kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan pemanfaatan limbah pertanian sebagai energi alternatif sekaligus memberikan wawasan mengenai potensi usaha berbasis sumber daya lokal.
Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan penjelasan mengenai manfaat briket sebagai bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. Mahasiswa juga mendemonstrasikan proses pembuatannya, mulai dari pembakaran bonggol jagung menjadi arang, penghalusan bahan, pencampuran dengan perekat, pencetakan, hingga proses pengeringan sebelum siap digunakan.
Romi berharap kegiatan tersebut menjadi langkah awal bagi masyarakat, khususnya kalangan pemuda, untuk lebih kreatif memanfaatkan potensi desa. “Harapan saya, dari forum kecil ini, pemuda Sendangdawung bisa mulai memanfaatkan sumber daya yang ada di desanya sendiri untuk memajukan lingkungan dan perekonomian lokal," ucapnya.
Salah seorang peserta, Ima, mengaku mendapatkan pengetahuan baru melalui pelatihan tersebut. Menurutnya, pemanfaatan bonggol jagung menjadi briket dapat menjadi alternatif yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus meningkatkan nilai tambah limbah pertanian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....