Permudah Layanan Pendidikan, BPMPTP Jateng Kembangkan Super Apps "Pintar di Jateng"

  • 06 Agt 2026 14:15 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Balai Pengembangan Mutu Pembelajaran dan Teknologi Pendidikan (BPMPTP) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah mengembangkan Pintar di Jateng (Platform Informasi Terpadu Aksi Responsif Pendidikan Jawa Tengah). Inovasi ini merupakan sebuah aplikasi terpadu yang dirancang untuk menyederhanakan berbagai layanan pendidikan dalam satu platform.

Inovasi tersebut menjadi salah satu Aksi Perubahan Kinerja Organisasi yang diluncurkan dalam kegiatan bertema "Bersinergi, Berinovasi, Berdampak untuk Pendidikan Jawa Tengah". Kegiatan ini dilaksanakan di Aula BPMPTP Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Kamis 6 Agustus 2026.

Kepala BPMPTP Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Kristiawan Nurdianto, mengatakan Pintar di Jateng dikembangkan sebagai super apps yang mengintegrasikan berbagai layanan pendidikan. Dengan demikian, guru maupun peserta didik tidak perlu lagi mengakses banyak aplikasi secara terpisah.

"Platform ini menjadi pintu masuk berbagai layanan pendidikan di Jawa Tengah. Guru dapat mengakses pelatihan, media pembelajaran, hingga berbagai informasi pendidikan dalam satu aplikasi," ujarnya.

Selain menyediakan layanan bagi guru, aplikasi tersebut juga tengah dikembangkan untuk mendukung pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Tujuannya agar proses pendaftaran menjadi lebih sederhana dan efisien.

Menurut Kristiawan, selama ini calon peserta didik masih harus melalui sejumlah tahapan, seperti membuat dan mengaktifkan akun sebelum mengikuti SPMB. Melalui Pintar di Jateng, proses tersebut diharapkan dapat dipangkas karena aplikasi terhubung dengan basis data peserta didik yang telah tersedia di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

"Nantinya siswa cukup mengecek data pribadinya lebih awal. Jika ada kesalahan, data dapat diperbaiki melalui sekolah sebelum pelaksanaan SPMB. Dengan begitu, proses pendaftaran akan lebih mudah dan tidak perlu lagi mengulang tahapan administrasi yang sama," jelasnya.

Ia menambahkan, aplikasi tersebut dibangun secara modular sehingga dapat terus dikembangkan sesuai kebutuhan. Berbagai fitur baru dapat ditambahkan tanpa harus membangun sistem baru dari awal.

Saat ini, BPMPTP juga mengembangkan fitur Business Intelligence berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Fitur tersebut akan membantu menganalisis berbagai data pendidikan di Jawa Tengah untuk menghasilkan rekomendasi, salah satunya dalam menentukan sasaran program peningkatan kompetensi guru.

"Harapannya, kebijakan yang diambil berbasis data. Pelatihan guru dapat lebih tepat sasaran dan berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran," katanya.

Kristiawan memastikan aspek keamanan data menjadi perhatian utama dalam pengembangan aplikasi. Seluruh data yang dikelola hanya digunakan untuk kebutuhan pendidikan di Jawa Tengah dan disimpan pada infrastruktur milik Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

"Perlindungan terhadap data pribadi menjadi tantangan penting dalam pengembangan layanan digital. Karena itu, BPMPTP terus berkoordinasi dengan Komdigi untuk memastikan sistem keamanan berjalan optimal sehingga data pengguna tetap terlindungi," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....