Minat Tinggi, Puluhan Ribu Pelajar Indonesia Tempuh Pendidikan di Taiwan
- 04 Agt 2026 15:46 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Minat pelajar Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di Taiwan terus meningkat dengan jumlah mencapai 24.120 pelajar yang sedang menempuh pendidikan di negara tersebut.
- Taiwan menawarkan kualitas pendidikan yang baik dan lingkungan belajar yang ramah bagi mahasiswa internasional termasuk dari Indonesia.
- Ketua Umum ICATI, Hengky Lau menyampaikan informasi tersebut dalam acara Taiwan Higher Education Fair Indonesia yang diselenggarakan di Semarang pada 4 Agustus 2026.
RRI.CO.ID, Semarang - Minat pelajar Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di Taiwan terus meningkat. Berdasarkan data terbaru Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taiwan, saat ini terdapat 24.120 pelajar Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di negara tersebut.
Hal itu disampaikan Ketua Umum Ikatan Citra Alumni Taiwan Indonesia (ICATI), Hengky Lau di sela kegiatan Taiwan Higher Education Fair Indonesia di The Suri Ballroom Queen City Mall Semarang, Selasa, 4 Agustus 2026. Ia mengatakan, selain menawarkan kualitas pendidikan yang baik, Taiwan juga dinilai memberikan lingkungan belajar yang ramah bagi mahasiswa internasional, termasuk dari Indonesia.
"Dari jumlah itu sekitar 19 ribu merupakan mahasiswa jenjang S1, S2, dan S3. Sisanya merupakan pelajar di tingkat SMA, SMK, maupun peserta program pusat bahasa Mandarin," kata Hengky.
Menurut Hengky, kendala bahasa yang selama ini dikhawatirkan calon mahasiswa tidak lagi menjadi persoalan besar. Pasalnya, banyak perguruan tinggi di Taiwan telah membuka program perkuliahan dengan bahasa Inggris, terutama untuk jenjang magister dan doktor.
"Kalau untuk S1 memang lebih baik belajar dasar-dasar bahasa Mandarin terlebih dahulu. Namun, di Taiwan juga tersedia program full English. Bahkan untuk S2 dan S3 rata-rata menggunakan bahasa Inggris, sehingga sebenarnya tidak ada masalah dari sisi bahasa," ujarnya.
Selain kemudahan akademik, Hengky menilai lingkungan sosial di Taiwan juga mendukung mahasiswa Indonesia untuk beradaptasi. Masyarakat Taiwan dinilai terbuka terhadap warga asing, sementara berbagai kampus telah menyediakan fasilitas yang ramah bagi mahasiswa muslim.
"Orang-orang di Taiwan sangat friendly. Di banyak universitas, sudah tersedia musala dan makanan halal juga mudah ditemukan," katanya.
Ia menambahkan, saat ini jumlah warga negara Indonesia yang berada di Taiwan mencapai sekitar 400 ribu orang, terdiri atas pelajar, pekerja migran Indonesia, dan masyarakat Indonesia lainnya. Keberadaan komunitas tersebut turut memudahkan mahasiswa baru dalam beradaptasi dengan kehidupan di Taiwan.
"Orang Indonesia sangat dihormati di sana. Dengan komunitas yang cukup besar, mahasiswa baru biasanya lebih mudah menyesuaikan diri," ucapnya.
Hengky juga mengungkapkan, pemerintah Taiwan memberikan kesempatan kepada mahasiswa internasional untuk memperoleh pengalaman kerja selama menempuh pendidikan. Kesempatan ini diberikan melalui program magang maupun kerja paruh waktu.
"Pemerintah Taiwan mengizinkan mahasiswa bekerja paruh waktu atau magang maksimal 20 jam per minggu. Kampus juga membantu mencarikan pekerjaan, misalnya di perpustakaan atau unit lain di lingkungan universitas, sehingga aktivitas mahasiswa tetap terpantau dan tidak mengganggu proses belajar," katanya.
Melalui penyelenggaraan Taiwan Higher Education Fair Indonesia, Hengky berharap semakin banyak pelajar Indonesia memanfaatkan peluang pendidikan tinggi di Taiwan, baik melalui program beasiswa maupun jalur reguler. Menurutnya, ajang ini bisa menjadi bekal bagi mereka untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing di tingkat global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....