Kenalkan AI, Polres Kudus Ajarkan Pelajar Tangkal Kejahatan Digital

  • 01 Sep 2026 14:23 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kudus – Polres Kudus membekali pelajar dengan pengetahuan tentang kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sekaligus cara menghadapi berbagai ancaman kejahatan di ruang digital. Edukasi tersebut diberikan melalui pelatihan yang menyasar siswa SMA dan sederajat di Kabupaten Kudus.

Pelatihan AI telah dilaksanakan di sejumlah sekolah, salah satunya yang terbaru digelar di SMK Wisuda Karya dan diikuti 488 siswa. Dalam kegiatan tersebut, pelajar tidak hanya mendapatkan materi secara teori, tetapi juga diajak mempraktikkan pemanfaatan AI melalui platform Senopati Academy.

Kasat Binmas Polres Kudus, AKP I Kadek Dwi P Putra, mengatakan Senopati Academy merupakan platform yang dikembangkan Polri untuk memberikan edukasi kepada pelajar mengenai kecerdasan buatan sekaligus pemanfaatannya secara aman dan bertanggung jawab. “Tujuannya untuk memberikan edukasi kecerdasan buatan kepada siswa SMA sederajat,” ujarnya, Selasa, 1 September 2026.

Menurutnya, pelatihan tersebut mengenalkan dasar-dasar AI kepada siswa, mulai dari pengertian, cara kerja, hingga pemanfaatannya untuk mendukung kegiatan pembelajaran. “Pada kesempatan itu juga kami memberikan edukasi bagaimana melawan hoaks, melawan AI, serta mengajarkan prompt untuk mendukung proses pembelajaran,” ucapnya.

Selain kemampuan menggunakan teknologi, pelajar juga diberikan pemahaman mengenai etika dalam memanfaatkan AI. Mereka diarahkan agar menggunakan teknologi secara bijak dan tidak menjadikannya sarana untuk melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Materi edukasi dikemas melalui cerita interaktif yang menggambarkan berbagai persoalan digital dalam kehidupan sehari-hari. Siswa diajak menghadapi simulasi kasus, termasuk modus penipuan dan pengiriman undangan palsu yang dapat digunakan untuk mendapatkan atau mencuri identitas pribadi.

Senopati Academy juga menyediakan sejumlah fitur interaktif untuk mendukung proses pembelajaran. Selain permainan edukatif, terdapat simulasi IELTS dan TOEFL serta fitur yang membantu siswa mengeksplorasi potensi diri dan merencanakan masa depan.

Platform tersebut juga memberikan informasi yang dapat membantu siswa mengenali pilihan karier, mempertimbangkan pendidikan ke perguruan tinggi, menggali potensi diri, hingga mencari peluang pekerjaan. Polres Kudus berharap edukasi tersebut dapat membentuk pelajar yang tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis dalam menyikapi informasi di internet.

Literasi digital juga diharapkan membuat pelajar lebih waspada terhadap berbagai modus kejahatan yang memanfaatkan teknologi. Dengan demikian, pemanfaatan AI dapat diarahkan untuk mendukung pendidikan sekaligus memberikan manfaat positif bagi kehidupan sehari-hari.

Salah seorang siswa SMK Wisuda Karya, Abiprya, menyambut positif pelatihan tersebut. Ia menilai pemahaman tentang AI semakin dibutuhkan karena teknologi tersebut semakin dekat dengan kehidupan pelajar.

“Harapan saya bisa lebih paham tentang AI. Menggunakannya dengan bijak, serta menghindari tindak kejahatan,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....