Agus Trianto Kembali Pimpin FKPTPK Indonesia

  • 19 Sep 2026 11:15 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Diponegoro (Undip), Prof. Agus Trianto, S.T., M.Sc., Ph.D., kembali terpilih sebagai Ketua Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan (FKPTPK) Indonesia untuk periode kepengurusan 2026–2028. Ini merupakan kali kedua Agus dipercaya memimpin forum yang menjadi wadah komunikasi dan kerja sama perguruan tinggi di bidang perikanan dan kelautan.

Pemilihan ketua forum menjadi salah satu agenda dalam Pertemuan FKPTPK Indonesia ke-2 yang berlangsung di Auditorium FPIK Undip, Tembalang, Semarang, pada Kamis 10 September 2026. Undip menjadi tuan rumah pertemuan yang berlangsung pada 9–11 September 2026 dan dihadiri oleh perwakilan perguruan tinggi di bidang perikanan dan kelautan dari berbagai daerah di Indonesia.

Agus menegaskan komitmennya untuk melanjutkan sekaligus mewujudkan program kerja yang telah disusun bersama oleh pengurus FKPTPK. “Meski 70 persen luas wilayah Indonesia berupa laut dan merupakan negara dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia, kelebihan ini belum bisa menjadi magnet bagi kaum muda untuk menekuni bidang perikanan dan ilmu kelautan,” ujar Agus dalam siaran pers yang diterima rri.co.id, Sabtu 19 September 2026.

Menurut Agus, salah satu perhatian utama forum adalah meningkatkan minat calon mahasiswa untuk menekuni bidang perikanan dan ilmu kelautan. Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui penyusunan rekomendasi kepada pemerintah dan para pengambil kebijakan agar berbagai kebijakan dan program di sektor perikanan dan kelautan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus meningkatkan daya tarik bidang tersebut bagi generasi muda.

Selain meningkatkan minat calon mahasiswa, FKPTPK juga akan memperkuat jejaring kerja sama antarperguruan tinggi. Penguatan jejaring diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, termasuk dalam bidang pendidikan, penelitian, pengembangan sumber daya manusia, serta kerja sama lainnya.

Forum juga akan mendorong pendataan penelitian beserta judul dan topik penelitian yang dilakukan oleh perguruan tinggi anggota. Pendataan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai peta penelitian di bidang perikanan dan kelautan di Indonesia sekaligus membuka peluang kolaborasi antarperguruan tinggi.

Aspek lain yang menjadi perhatian adalah nomenklatur dan gelar akademik di bidang perikanan dan kelautan. Forum memandang perlu adanya kajian terhadap nomenklatur yang digunakan agar lebih relevan dengan perkembangan bidang keilmuan dan kebutuhan dunia kerja, termasuk kemungkinan modernisasi nama-nama program atau bidang keilmuan agar lebih menarik dan mudah dipahami oleh masyarakat.

FKPTPK juga akan membahas penguatan body of knowledge sebagai salah satu landasan pengembangan pendidikan tinggi perikanan dan kelautan. Hal tersebut berkaitan erat dengan pengembangan kurikulum yang tetap memiliki standar capaian kompetensi, tetapi pada saat yang sama memberikan ruang bagi setiap program studi untuk mempertahankan kekhasan masing-masing.

Agus mencontohkan salah satu perguruan tinggi yang memiliki kekhasan tertentu sehingga mampu menarik minat mahasiswa. Keunikan tersebut antara lain dapat dikembangkan melalui program kerja sama dan kesempatan magang di luar negeri. Menurutnya, kekhasan masing-masing program studi dapat menjadi salah satu kekuatan untuk meningkatkan daya tarik pendidikan tinggi perikanan dan kelautan.

Selain berbagai program tersebut, forum juga menilai perlu meninjau nomenklatur organisasi. Berdasarkan akta notaris, nama forum tercatat sebagai Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan (FPPTK). Penyesuaian nama forum menjadi salah satu hal yang perlu dibahas agar nomenklatur organisasi sesuai dengan perkembangan dan fungsi forum saat ini.

Dengan terpilihnya kembali Agus Trianto sebagai ketua untuk periode 2026–2028, FKPTPK diharapkan semakin memperkuat sinergi antarperguruan tinggi serta mendorong kontribusi pendidikan tinggi perikanan dan kelautan dalam menjawab tantangan pembangunan maritim Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....