Seminar Nasional SCU Bahas Integrasi Bahari-Agraris untuk Pangan Berkelanjutan
- 31 Jul 2026 16:10 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang –Seminar Nasional Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Katolik Soegijapranata mengangkat isu strategis mengenai integrasi sektor bahari dan agraris pada Kamis, 30 Juli 2026. Seminar Nasional bertema “Harmoni Laut dan Darat: Integrasi Sistem Bahari dan Agraris untuk Pangan Berkelanjutan di Masa Depan" untuk mendukung pembangunan sistem pangan Indonesia.
Dekan FTP SCU, Dr. Inneke Hantoro, M.Sc mengatakan seminar nasional yang bertemakan"Move, Share, and Sustain" yang berfokus pada harmoni sistem pangan agraris dan pesisir di Semarang. Kegiatan ini juga untuk memperingati Dies Natalis ke- 31 Fakultas Teknologi Pertanian SCU.
“Dengan usia yang ke-31 kita harus terus bergerak, tidak boleh ada di zona yang nyaman. Karena melihat perkembangan yang terjadi baik di tingkat nasional maupun di tingkat global dengan isu-isu yang berkaitan dengan pangan,” katanya.
Menurutnya, kearifan lokal dapat menjadi fondasi dalam membangun sistem pangan yang adaptif dan berkelanjutan. Akan tetapi, gempuran perubahan iklim dengan cuaca ekstrem dan sekarang geopolitik mengakibatkan kearifan lokal menjadi sulit untuk diterapkan.
“Perlunya integrasi sistem pangan darat-laut serta intervensi pemerintah sebagai "sabuk pengaman" ekonomi bagi masyarakat. Hal itu agar ketahanan pangan dan kualitas gizi keluarga tetap terjaga di tengah tantangan global,” ucapnya.
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, Eko Yuniarto, S.IP., M.M mengatakan visi Kota Semarang menuju kota pangan berkelanjutan melalui integrasi potensi bahari dan agraris sebagai bagian dari pembangunan daerah. Pihaknya saat ini masih melakukan penyusunan Perda Ketahanan Pangan yang melibatkan akademisi dan lintas dinas untuk memperkuat payung hukum.
“Ini sedang dalam proses untuk pengesahan dari DPRD untuk kami bisa melangkah dan menjadi dasar hukum dalam melaksanakan tugas-tugas terkait pertanian. Diversifikasi pangan merupakan salah satu hal yang cukup penting juga supaya masyarakat tidak ee menjadi ketergantungan pada satu produk pangan yang ada,” ucapnya.
Menurutnya, Pemerintah Kota memiliki program untuk diversifikasi pangan serta pengendalian inflasi. Program tersebut yakni "Bulir Padi" (pemanfaatan pekarangan) dan "Kempling Semar" (distribusi pangan keliling).
“Pekarangan bisa menjadi lahan pertanian bagi warga untuk menggantikan beras yang terjadi lonjakan harganya. Program Bulir Padi dan Kempling Semar sebagai upaya kami untuk menstabilkan harga yang ada di Kota Semarang,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....