BEM Se-Indonesia Gelar Munas di Polines, Isu Pangan Jadi Sorotan
- 27 Jul 2026 11:20 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Isu ketahanan pangan menjadi salah satu pembahasan utama dalam Musyawarah Nasional (Munas) Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) ke-XIX yang digelar di Politeknik Negeri Semarang (Polines). Forum yang berlangsung pada 27 Juli hingga 1 Agustus 2026 itu diikuti perwakilan mahasiswa dari berbagai daerah untuk menyusun arah gerakan mahasiswa Indonesia selama satu tahun ke depan.
Koordinator Pusat BEM SI, Muzammil Ihsan, mengatakan selain menyusun arah gerakan organisasi, Munas juga membahas berbagai isu strategis yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat. Menurutnya, ketahanan dan kedaulatan pangan menjadi salah satu perhatian utama dalam forum tersebut.
Mahasiswa menyoroti berbagai persoalan, mulai dari penguatan koperasi desa, kampung nelayan, hingga pelaksanaan program pemerintah di sektor pangan. BEM SI menegaskan akan mendukung kebijakan yang berpihak kepada masyarakat sekaligus mengawal pelaksanaannya agar berjalan efektif dan berintegritas.
"Program-program pemerintah hari ini merupakan program besar yang menggunakan anggaran negara yang sangat besar. Kalau pelaksanaannya tidak efektif, tentu masyarakat yang akan dirugikan. Karena itu kami akan terus mengawal kebijakan yang benar-benar berdampak bagi masyarakat," kata Muzammil.
Ia menjelaskan, rangkaian Munas diawali dengan penyampaian laporan pertanggungjawaban kepengurusan, dilanjutkan pembahasan regenerasi kepemimpinan, serta penyusunan arah kebijakan dan gerakan BEM SI. "Agenda Munas selama satu minggu ini dimulai dari laporan pertanggungjawaban kepengurusan, kemudian membahas pergantian kepemimpinan atau struktural di BEM SI, selanjutnya menentukan arah gerakan BEM SI selama satu tahun ke depan," ujarnya.
Pada pembukaan Munas, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan hadir berdialog dengan peserta. Muzammil menilai kehadiran pemerintah merupakan langkah positif untuk membangun komunikasi, namun kebijakan yang disampaikan tetap perlu dikawal implementasinya.
"Kami menghargai kesediaan beliau hadir berdialog dengan mahasiswa. Namun ini bukan akhir dari segalanya. Apa yang disampaikan masih membutuhkan kawalan agar kebijakan tetap berjalan sesuai koridor yang telah direncanakan," ucapnya.
Sementara itu, Presiden Mahasiswa BEM Polines, Kevin Kurnia Priambodo, mengatakan kehadiran Menko Pangan merupakan hasil audiensi yang dilakukan mahasiswa sebelumnya. Ia menambahkan hasil Munas akan menjadi dasar sikap dan arah gerakan BEM SI terhadap berbagai isu strategis, mulai dari pangan, ekonomi, hingga hak asasi manusia selama satu tahun ke depan.
"Terkait kemungkinan aksi ataupun bentuk gerakan lainnya, akan mengikuti dinamika forum. Yang pasti kami berkomitmen Munas ini akan melahirkan arah gerakan mahasiswa Indonesia selama satu tahun ke depan, baik di tingkat nasional, wilayah, maupun daerah," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....