Mentan Amran Ajak 5.155 Mahasiswa Baru Undip Bangun Integritas
- 08 Agt 2026 14:45 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman mengajak 5.155 mahasiswa baru Universitas Diponegoro (Undip) membangun integritas, berani bermimpi besar, dan tidak ragu mengambil tindakan untuk memberi manfaat bagi masyarakat. Pesan tersebut disampaikan dalam Kuliah Umum Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Undip Tahun Akademik 2026/2027, Kamis (6/8/2026) yang mengangkat pentingnya nilai-nilai Pancasila dan budaya antikorupsi sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda.
Mentan Amran juga mengajak Diponegoro Muda untuk melihat integritas bukan sekadar sebagai konsep yang dipelajari di ruang kelas. Nilai itu, menurutnya, justru terlihat dari keputusan-keputusan sederhana yang diambil setiap hari. Ia mengenang pesan ibunya yang terus menjadi pegangan hidup: jangan pernah mengambil sesuatu yang bukan hak sendiri.
Pesan tersebut menjadi pintu masuk untuk berbicara tentang budaya antikorupsi. Bagi Mentan Amran, seseorang yang kelak memegang jabatan, mengelola sumber daya, atau memiliki kewenangan membutuhkan fondasi karakter yang kuat. Pengetahuan dan kemampuan profesional akan kehilangan makna jika tidak disertai kejujuran serta keberanian menjaga prinsip.
“Kalau karaktermu hilang, you lose everything,” pesannya dalam keterangan tertulis Sabtu 8 Agustus 2026. Ia mengingatkan mahasiswa bahwa masa kuliah merupakan periode penting untuk melatih disiplin, ketangguhan, serta tanggung jawab. Menurutnya, Kampus tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan yang cerdas, tetapi juga manusia yang dapat dipercaya.
Mentan Amran kemudian membawa pembahasan integritas ke pengalamannya menjalankan pemerintahan. Ia menyinggung penertiban berbagai praktik yang merugikan petani dan masyarakat, termasuk persoalan pupuk dan tata niaga pangan. Sikap antikorupsi, menurutnya, harus diwujudkan melalui keberanian bertindak ketika menemukan penyimpangan, termasuk jika pelanggaran terjadi di lingkungan sendiri.
Kuliah umum berlangsung cair dan interaktif. Mentan Amran beberapa kali berdialog langsung dengan mahasiswa, termasuk mereka yang sudah bekerja atau merintis usaha sejak sekolah. Ia mendorong mahasiswa berani memiliki mimpi besar, namun tidak berhenti pada gagasan. “Make big dream. Mimpi besar, gagasan. Tapi itu belum cukup. Take action. Bertindak. Itu belum cukup, harus persistent,” ujarnya.
Menurut Mentan Amran, kegagalan merupakan bagian dari proses belajar. Ia berkisah tentang perjalanan hidupnya yang dimulai dari kondisi ekonomi terbatas, bekerja sejak muda, hingga mengalami kegagalan bertahun-tahun sebelum meraih keberhasilan. Pengalaman tersebut ia jadikan contoh agar mahasiswa tidak mudah menyerah dan berani membangun kemandirian sejak kuliah.
Dialog kemudian berkembang ke persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Mahasiswa menyampaikan pertanyaan dan aspirasi mengenai pupuk, irigasi, regenerasi petani, hama tanaman hingga distribusi pangan. Salah seorang mahasiswa asal Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, misalnya, mengangkat persoalan tingginya harga beras di daerahnya. Amran merespons dengan menghubungi jajaran terkait untuk menindaklanjuti kebutuhan distribusi pangan di wilayah tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Rektor Undip Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. menyambut para mahasiswa baru untuk memulai kehidupan akademik dengan semangat belajar sekaligus membangun karakter. Undip mendorong Diponegoro Muda menjadi generasi yang cerdas, tangguh, terbuka terhadap gagasan, mampu menghadapi tekanan, serta tetap berpijak pada norma agama dan aturan yang berlaku.
Prof. Suharnomo turut mengajak mahasiswa menjadi generasi COMPLETE—Communicator, Professional, Leader, Entrepreneur, Thinker, dan Educator. Mahasiswa diharapkan tekun menuntut ilmu sekaligus memiliki kepedulian terhadap kepentingan masyarakat. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kepercayaan orang tua dengan belajar sungguh-sungguh, berprestasi, dan menyelesaikan studi tepat waktu.
Kuliah Umum tersebut memberi bekal awal bagi para Diponegoro Muda sebelum memasuki kehidupan kampus. Pesan tentang integritas, kerja keras, keberanian berinovasi, serta kepedulian terhadap persoalan publik menegaskan satu hal: pendidikan tinggi bukan hanya jalan memperoleh gelar, tetapi proses membentuk manusia yang mampu menggunakan ilmu secara bertanggung jawab. Semangat itu sejalan dengan komitmen Undip Bermartabat dan Undip Bermanfaat mencetak lulusan yang tidak hanya unggul, tetapi juga hadir membawa manfaat bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....