Dosen Undip Dr. Choirul Anam Tembus Peringkat 48 Ilmuwan CT Scan Dunia

  • 21 Jul 2026 20:49 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Prestasi membanggakan diukir akademisi Indonesia di panggung internasional. Dr. Choirul Anam, M.Si., F.Med., dosen sekaligus peneliti dari Departemen Fisika, Fakultas Sains dan Matematika (FSM), Universitas Diponegoro (Undip) yang berhasil melakukan lompatan besar dalam pemeringkatan ilmuwan dunia yang dirilis oleh lembaga basis data akademik, ScholarGPS.

Dalam laporan terbaru untuk periode 5 tahun (data hingga tahun 2025), Dr. Anam sukses menembus peringkat ke-48 dunia dalam bidang computed tomography (CT scan). Pencapaian ini merupakan sebuah lompatan yang sangat signifikan, mengingat pada laporan tahun sebelumnya (hingga tahun 2024), beliau berada di posisi ke-99 dunia.

Pemeringkatan yang dirilis oleh ScholarGPS ini bersifat lintas disiplin ilmu. Daftar tersebut merangkum seluruh peneliti dari berbagai penjuru dunia yang mendedikasikan riset dan pengembangannya pada teknologi CT scan mulai dari pakar radiologi (kedokteran), pakar onkologi (kedokteran), pakar kesehatan masyarakat (health science), pakar biomedical engineering (teknik), pakar computer engineering (teknik), pakar matematika (sains), hingga pakar fisika (sains).

Masuk dalam jajaran 50 besar dunia menempatkan nama Dr. Anam berdampingan dengan para maestro dan pionir teknologi pencitraan medis global. Di antaranya terdapat nama-nama besar seperti Prof. Cynthia McCollough dari Mayo Clinic (Amerika Serikat), Prof. Joël Greffier (Prancis), Prof. John Damilakis (Yunani), hingga Prof. Madam Rehani (Amerika serikat). Menjadi wakil Indonesia yang bersaing di level elite ini membuktikan bahwa kualitas riset anak bangsa tidak kalah bersaing dengan institusi-institusi raksasa dunia.

Riset Dr. Anam sendiri berfokus pada pengembangan perangkat lunak otomatisasi dosimetri radiasi dan optimalisasi kualitas citra pada CT scan. Melalui inovasi-inovasi yang dilahirkannya, pemeriksaan CT scan diharapkan dapat berjalan lebih aman dengan dosis radiasi seminimal mungkin bagi pasien, namun tetap menghasilkan visualisasi citra klinis yang sangat tajam untuk akurasi diagnosis dokter.

Inovasi dan hasil penelitian Dr. Choirul Anam di bidang teknologi CT scan memberikan dampak mendasar dan langsung terhadap peningkatan mutu pelayanan kesehatan masyarakat. “Dengan berfokus pada otomatisasi dosimetri radiasi, hasil riset ini memungkinkan pemantauan dan pengelolaan tingkat paparan radiasi yang diterima oleh pasien menjadi jauh lebih terukur, efisien, dan terkontrol secara presisi,” kata Dr. Choirul Anam dalam keterangan tertulis Selasa 21 Juli 2026.

Dampak utama dari penerapan teknologi ini adalah terciptanya prosedur pemeriksaan radiologi yang jauh lebih aman dan lebih optimal bagi pasien. Pengurangan dosis radiasi hingga tingkat seminimal mungkin tanpa mengorbankan kualitas gambar dapat dilakukan sehingga dapat menekan risiko jangka panjang akibat paparan radiasi, terutama bagi pasien yang membutuhkan pemeriksaan berulang maupun kelompok rentan seperti pasien anak-anak.

Selain meningkatkan keselamatan radiasi, optimalisasi kualitas citra yang dihasilkan turut meningkatkan akurasi diagnostik para dokter radiologi. Visualisasi struktur organ internal yang sangat jelas dan tajam memudahkan pendeteksian dini berbagai penyakit secara lebih tepat, sehingga tindakan medis penanganan pasien dapat dilakukan lebih cepat, efektif, dan memberikan taraf kesehatan masyarakat yang jauh lebih baik secara menyeluruh.

Pencapaian luar biasa ini bukan sekadar kebanggaan personal bagi Dr. Anam, melainkan juga buah dari ekosistem riset yang terus dipupuk di lingkungan Universitas Diponegoro. Rektor Undip Prof Dr Suharnomo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas konsistensi dan produktivitas riset yang ditunjukkan oleh Dr. Anam.

Menurut Rektor, keberhasilan menembus peringkat 48 dunia ini menjadi bukti konkret dan dukungan nyata Undip dalam mempercepat langkah strategisnya menuju jajaran 500 besar World Class University (WCU). Di tengah kompetisi global yang semakin ketat, indikator reputasi akademik dan sitasi riset internasional memegang peranan yang sangat krusial.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....