Undip Terjunkan 24 Tim Ekspedisi Patriot, Siap Perkuat Kawasan Transmigrasi

  • 31 Jul 2026 13:21 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Jakarta – Universitas Diponegoro (Undip) menerjunkan 24 tim mahasiswa dan dosen dalam program Ekspedisi Patriot 2026 untuk mendukung pengembangan kawasan transmigrasi di Papua dan Sumatera Selatan. Melalui program tersebut, Undip akan mendampingi masyarakat sekaligus mengimplementasikan hasil riset guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berbasis potensi lokal.

Wakil Rektor IV Undip, Wijayanto, PHD, mengatakan keikutsertaan Undip merupakan wujud komitmen perguruan tinggi untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. “Undip berkomitmen memberikan dampak nyata berupa peningkatan produktivitas, penguatan ekonomi lokal, pengembangan keterampilan masyarakat, peningkatan nilai tambah komoditas, serta terbentuknya kebijakan berbasis bukti untuk mewujudkan pembangunan yang lebih berkeadilan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat, 31 Juli 2026.

Koordinator Ekspedisi Patriot Undip, Prof. Dr.-Ing. Wiwandari Handayani, menambahkan tim Undip tidak hanya datang untuk mengidentifikasi persoalan di kawasan transmigrasi, tetapi juga menghadirkan solusi yang dapat diterapkan secara berkelanjutan. Selain Papua, pendampingan juga dilakukan di kawasan transmigrasi Sumatera Selatan sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan.

Selain pengembangan ekonomi, tim Undip akan berkontribusi dalam penguatan manajemen agraria, mitigasi bencana, peningkatan layanan infrastruktur dasar, serta kajian sosial budaya mengenai hubungan masyarakat transmigran dengan masyarakat adat. Pendekatan multidisiplin tersebut diharapkan mampu menghasilkan solusi yang aplikatif sesuai kebutuhan masing-masing daerah.

Sebanyak 20 tim akan bertugas di Kawasan Transmigrasi Senggi, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua, sedangkan empat tim lainnya ditempatkan di sejumlah kawasan transmigrasi di Provinsi Sumatera Selatan. Undip menjadi salah satu perguruan tinggi mitra Kementerian Transmigrasi RI dalam pelaksanaan program nasional tersebut.

Ekspedisi Patriot 2026 melibatkan 1.476 peserta dari 10 perguruan tinggi yang akan diterjunkan ke 53 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia. Mengusung tema "Misi Besar, Kerja Nyata, Dampak untuk Indonesia", program ini mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam upaya mempercepat pembangunan kawasan melalui riset, inovasi, dan pendampingan.

Menteri Transmigrasi RI Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanegara mengatakan arah pembangunan kawasan transmigrasi kini tidak lagi hanya berorientasi pada pemerataan penduduk. "Pemerintah mendorong kawasan transmigrasi berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan investasi, dan hilirisasi potensi unggulan daerah,” ujarnya.

Program Ekspedisi Patriot tahun ini merupakan lanjutan dari kegiatan pemetaan dan riset yang telah dilakukan pada 2025. Jika sebelumnya fokus pada identifikasi potensi dan persoalan di kawasan transmigrasi, kini para peserta mulai mengimplementasikan hasil riset melalui berbagai program pendampingan masyarakat.

Di Kawasan Transmigrasi Senggi, tim Undip akan menjalankan sejumlah program yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Kegiatannya meliputi pengembangan ekonomi berbasis komoditas unggulan, peningkatan produktivitas pertanian dan peternakan, hingga pengolahan hasil produksi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.

Sementara, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menilai tim Ekspedisi Patriot memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menghadirkan data aktual dari kawasan transmigrasi. Data tersebut diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Salah seorang peserta Undip yang bertugas di Senggi, Rifat Farhan, mengatakan Ekspedisi Patriot menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus belajar bersama masyarakat. Menurutnya, seluruh rekomendasi yang disusun akan berangkat dari kebutuhan nyata di lapangan agar memberikan dampak yang berkelanjutan bagi kawasan transmigrasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....