Tim D-DART Undip Tiba di NTT, Langsung Petakan Kebutuhan Warga Terdampak Bencana

  • 26 Agt 2026 07:49 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kupang - Tim Diponegoro Disaster Assistance Response Team (D-DART) Universitas Diponegoro (Undip) tiba di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk membantu penanganan masyarakat terdampak bencana. Setibanya di lokasi, tim langsung berkoordinasi dengan pihak terkait sekaligus memetakan kebutuhan warga dan dukungan penanganan yang diperlukan.

Tim D-DART diberangkatkan dari Undip pada Jumat, 21 Agustus 2026, dengan membawa bantuan donasi yang dihimpun dari civitas academica Undip. Selain menyalurkan bantuan, tim yang terdiri dari dosen dan mahasiswa tersebut juga menjalankan fungsi Surveillance Team untuk menentukan kebutuhan tim medis dan logistik.

Pada hari pertama kedatangan, Tim D-DART langsung melakukan koordinasi dengan Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI) NTT serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT. Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi di lapangan sekaligus menentukan strategi penanganan bencana.

Kondisi sejumlah wilayah terdampak yang masih mengalami gempa lokal membuat tim relawan menerapkan prinsip keselamatan, yakni “Aman Diri, Aman Lingkungan”. Koordinasi dengan berbagai pihak menjadi bagian penting agar bantuan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.

Selain memetakan kebutuhan warga, Tim D-DART juga mempersiapkan kebutuhan dokter spesialis yang nantinya akan dikirim sebagai Medical Team. Persiapan tersebut dilakukan untuk memastikan dukungan medis yang diberikan dapat menjawab kebutuhan masyarakat terdampak di lapangan.

Ketua D-DART sekaligus Team Leader kelompok keberangkatan pertama, Ns. Nur Hafizhah Widyaningtyas, S.Kep., M.Kep., mengatakan koordinasi dengan HIPGABI NTT dan BPBD Provinsi NTT menjadi langkah penting dalam mempersiapkan tim berikutnya. Koordinasi tersebut juga menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan medis maupun logistik di wilayah terdampak.

“Undip hadir bersama masyarakat yang merupakan wujud nyata kepedulian serta menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi. Besar harapan, bantuan ini dapat memberikan manfaat dan membantu meringankan beban saudara-saudara kita di NTT. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu membersamai kita semua dan Undip dapat membantu mempercepat proses pemulihan di wilayah NTT,” ujar Rektor Universitas Diponegoro Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., melalui siaran pers, Senin, 24 Agustus 2026.

D-DART merupakan Pusat Penanggulangan Bencana Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) di bawah naungan Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik. Tim tersebut menjadi bagian dari upaya Undip untuk menghadirkan kontribusi perguruan tinggi dalam berbagai kondisi kebencanaan.

Sebelumnya, D-DART Undip juga telah terlibat dalam penanganan sejumlah bencana, di antaranya gempa Lombok, likuifaksi Palu, pandemi COVID-19, banjir Semarang-Demak, serta bencana alam di Cirebon. Pengalaman tersebut menjadi modal bagi tim dalam menjalankan respons kebencanaan secara terkoordinasi.

Kehadiran Tim D-DART di NTT tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga memastikan kebutuhan masyarakat dapat teridentifikasi dengan baik. Hasil pemetaan tersebut selanjutnya menjadi dasar untuk mempersiapkan dukungan medis dan logistik sesuai kondisi di lapangan.

Melalui semangat “Undip Bermartabat, Undip Bermanfaat”, Undip menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, termasuk dalam situasi bencana. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban warga sekaligus mendukung proses pemulihan masyarakat terdampak di NTT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....