Undip Lepas Lima Guru Besar Terbaik dalam Upacara Purna Adi Cendekia

  • 14 Jul 2026 18:45 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Universitas Diponegoro (Undip) menggelar prosesi Upacara Purna Adi Cendekia di Gedung Prof. Sudarto, S.H., Kampus Tembalang. Acara ini merupakan bentuk penghormatan tertinggi dari universitas untuk melepas lima Guru Besar terbaiknya yang telah resmi memasuki masa purna tugas.

Adapun kelima Guru Besar yang dilepas dalam upacara ini adalah Prof. Dr. Ir. Luthfi Djauhari, M.Sc.; Prof. Dr. Arief Hidayat, S.H., M.S.; Prof. Ir. Dwi Sunarti, M.S., Ph.D.; Prof. Dr. Ir. Edjeng Suprijatna, M.P.; serta penghormatan anumerta bagi (Almh.) Prof. Dr. Ir. Sri Rejeki, M.Sc.. Sidang Terbuka ini dipimpin langsung oleh Ketua Senat Akademik Universitas Diponegoro, Prof. Ir. Tri Winarni Agustini, M.Sc., Ph.D..

Dalam pembukanya, Prof. Tri Winarni menegaskan, forum ini merupakan wujud penghormatan institusional atas mahakarya keilmuan para Guru Besar. “Upacara Purna Adi Cendekia adalah forum kehormatan tertinggi dari Senat Akademik untuk merayakan rekam jejak pengabdian tanpa cacat dari para pilar akademik kita,” tegas Prof. Tri Winarni melalui keterangan tertulis Selasa 14 Juli 2026.

Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan, momentum ini bukanlah sebuah perpisahan, melainkan monumen abadi pengabdian intelektual. “Universitas Diponegoro berdiri megah hari ini karena fondasi keilmuan, tetesan keringat akademis, dan integritas yang ditenun oleh Bapak dan Ibu Guru Besar sekalian selama lebih dari empat dekade. Kami juga sangat terima kasih sekali lagi, guru besar purna, old professors never die, they just fade away. Saya rasa tidak ada pensiun, semuanya tetap akan mengabdi,” sambutnya.

Orasi ilmiah pertama disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Luthfi Djauhari, M.Sc. dari Fakultas Peternakan dan Pertanian dengan judul “40 Tahun Pengabdian: Mengabdi untuk Negeri, Berinovasi untuk Peternakan Unggas Berkelanjutan”. Prof. Luthfi memaparkan rekam jejak risetnya sejak tahun 1990 yang berfokus pada metabolisme protein dan vitamin pada unggas, serta pemanfaatan limbah agroindustri lokal menjadi pakan fungsional guna menekan biaya produksi nasional.

Dilanjutkan oleh Prof. Dr. Arief Hidayat, S.H., M.S. dari Fakultas Hukum yang membawakan pidato kebangsaan mendalam berjudul “Negara Hukum Pancasila dan Konstitusionalisme Berketuhanan menuju Indonesia Emas 2045”. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi RI ini menegaskan bahwa hukum di Indonesia tidak boleh terjebak dalam legalisme formal yang kering, melainkan harus selalu berada dalam orbit nilai-nilai Ketuhanan dan keadilan sosial yang berbasis pada akar rumput kebudayaan Pancasila.

Sementara itu, Prof. Ir. Dwi Sunarti, M.S., Ph.D. dari Fakultas Peternakan dan Pertanian dengan orasi humanis berjudul “Menekuni Lorong Sunyi: Poultry Welfare and Behaviour (Kesejahteraan dan Tingkah Laku Unggas)”. Prof. Dwi membawa perspektif baru dalam industri peternakan dengan meneliti pentingnya aspek psikologis dan tingkah laku alami ternak unggas, seperti aktivitas mandi debu dan perilaku bertengger, demi meminimalkan cekaman (stress) pada hewan sebelum dikonsumsi manusia.

Prof. Dr. Ir. Edjeng Suprijatna, M.P. dari Fakultas Peternakan dan Pertanian dengan membawakan orasi berjudul “Menenun Kemandirian Protein Bangsa: Empat Dekade Dedikasi Riset untuk Unggas Tropis Nusantara”. Prof. Edjeng menyintesis perjalanan risetnya selama 43 tahun, yang mencakup analisis efisiensi serapan protein ayam, pemanfaatan fitoestrogen dari limbah fermentasi ampas kecap, hingga inovasi paten kombinasi fitobiotik sebagai pemacu pertumbuhan alami pada usus unggas.

Apresiasi tinggi dan penghormatan terakhir diberikan universitas berupa penghargaan anumerta kepada (Almh.) Prof. Dr. Ir. Sri Rejeki, M.Sc. dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas memberikan penghormatan setinggi-tingginya atas seluruh warisan keilmuan, publikasi internasional, serta dedikasi luar biasa yang telah almarhumah sumbangkan semasa hidupnya demi memajukan sektor perikanan dan kelautan Undip.

Kehadiran pihak keluarga almarhumah di atas panggung untuk menerima piagam penghargaan menjadi salah satu momen paling khidmat sekaligus mengharukan bagi seluruh sejawat dan civitas academica yang hadir. Sebagai penutup, upacara diakhiri dengan penyerahan piagam penghargaan secara simbolis oleh Rektor Undip, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., yang diikuti dengan pembacaan doa bersama, serta sesi dokumentasi hangat bersama seluruh jajaran universitas, rekan sejawat, dan keluarga tercinta.

Momentum Purna Adi Cendekia ini berhasil mengukuhkan esensi bahwa pengabdian seorang akademisi sejati tidak akan pernah usai dibatasi oleh waktu. Melalui pelepasan ini, Universitas Diponegoro berkomitmen untuk terus menjaga, merawat, dan memanifestasikan estafet pemikiran serta nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh para Guru Besar demi mewujudkan masa depan Undip yang Bermartabat, Bermanfaat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....