Mahasiswa UIN Gus Dur Pekalongan Gagas Gerakan Ekomasjid lewat Sedekah Sampah
- 06 Jul 2026 14:12 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Gerakan Ekomasjid melalui Sedekah Sampah
- UIN Gus Dur Pekalongan 2026
RRI.CO.ID, Pekalongan – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Pekalongan tahun ajaran 2026 menghadirkan terobosan melalui program bertajuk Gerakan Ekomasjid melalui Sedekah Sampah. Program ini menempatkan masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai episentrum peradaban dan pemberdayaan masyarakat.
Gerakan tersebut dirancang untuk menghidupkan kembali peran strategis masjid di tengah masyarakat dengan mendorong partisipasi aktif jamaah dalam kegiatan sosial dan lingkungan. Melalui konsep sedekah sampah, masyarakat diajak memilah serta menyetorkan sampah bernilai ekonomi ke bank sampah berbasis masjid.
Disampaikan Kepala Pusat PKM, LP2M UIN KH Abdurahman Wahid, Samsul Bakhri, Senin, 6 Juli 2026, Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mempersiapkan mahasiswa sebelum terjun langsung ke masyarakat. Mengusung tema “Eco Masjid melalui Sedekah Sampah”, program ini mencerminkan integrasi antara nilai ibadah, kepedulian lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi berbasis masjid.
Masjid ditempatkan sebagai pusat kegiatan sosial ekonomi yang mampu mendorong transformasi sampah menjadi nilai manfaat, baik secara ekonomi maupun spiritual. Sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, melainkan sebagai sumber daya yang dapat dikelola menjadi sedekah produktif yang berdampak luas bagi masyarakat.
“Masjid ini sebagai masjid episentrum peradapan yang memiliki peran sangat setrategis di lingkungan masyarakat. Tujuan lain, untuk meramaikan masjid yang nantinya program ini bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk hasil pengelolaan bank sampahnya,” katanya.
Pembekalan mahasiswa dilaksanakan untuk memberikan pemahaman konseptual sekaligus keterampilan teknis. Pada sesi awal, mahasiswa diperkenalkan pada konsep KKN berbasis sedekah sampah sebagai bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat.
Program ini juga merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa KKN dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan kerja bagi para pengurus masjid. Dengan demikian, peran takmir tidak hanya dihargai secara spiritual, tetapi juga mendapatkan jaminan sosial dan ekonomi.
Mahasiswa peserta KKN, Ines mengatakan, melalui kegiatan ini dirinya mendapat pengalaman dan ilmu baru dalam beradap tasi dengan masyarakat, terlebih program tematik yang diusung erat kaitanya dengan keterlibatan masyarakat di lokasi KKN. “KKN tematik ini menjadi tantangan tersendiri buat kami, yang dulu awam dengan Lembaga BPJS Ketenagakerjaan kini menjadi tahu tugas dan fungsinya,” ujarnya.
Selain fokus pada lingkungan dan kesejahteraan, gerakan ini turut bertujuan meramaikan masjid melalui berbagai aktivitas positif. Mahasiswa mendorong masjid menjadi pusat kegiatan umat, mulai dari edukasi, pemberdayaan ekonomi, hingga penguatan nilai-nilai keislaman berbasis komunitas.
Melalui Gerakan Ekomasjid, mahasiswa berharap tercipta ekosistem masjid yang mandiri, berdaya, dan berkelanjutan. Tidak hanya bersih secara fisik, tetapi juga kuat secara sosial dan ekonomi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....