Kick Off Hilirisasi Berdampak 2026, Undip Targetkan Riset Tembus Industri

  • 29 Jun 2026 14:49 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Universitas Diponegoro (Undip) menargetkan hasil riset para penelitinya tidak berhenti sebagai karya akademik, tetapi mampu menembus dunia industri dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Komitmen tersebut ditegaskan melalui Kick Off Meeting Hilirisasi Berdampak 2026 yang digelar di Ruang Sidang Rektor, Gedung Widya Puraya, Kampus Undip Tembalang.

Rektor Undip, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., mengatakan hilirisasi menjadi langkah penting untuk mengubah hasil penelitian menjadi produk yang siap dimanfaatkan masyarakat maupun dunia usaha. Menurutnya, riset harus menghasilkan dampak sosial dan ekonomi yang terukur.

"Para peneliti Undip harus memastikan bahwa inovasi yang didanai ini tidak berhenti sebagai dokumen akademik semata. Wajib menjadi produk konkret yang siap diadopsi pasar, mendongkrak pengembangan inkubasi bisnis dan startup, serta dipantau secara berkala melalui instrumen monitoring capaian hilirisasi berdampak," katanya melalui keterangan tertulis, Senin, 29 Juni 2026.

Ia juga mengingatkan 33 peneliti penerima pendanaan tahun 2026 agar menjaga amanah yang diberikan dengan menghasilkan luaran yang dapat dimanfaatkan secara luas. Produk hasil riset, menurutnya, diharapkan dapat digunakan di rumah sakit, diadopsi industri, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di Jawa Tengah.

Program Hilirisasi Berdampak 2026 melibatkan 33 peneliti. Total ada sebanyak 36 proposal yang memperoleh pendanaan sekitar Rp14,059 miliar.

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Undip, Wijayanto, Ph.D., menjelaskan dana tersebut disalurkan melalui enam skema strategis. Skema tersebut meliputi bidang kesehatan dan alat kesehatan, pangan dan nutrisi, kelautan dan perikanan, energi dan lingkungan, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), serta Internet of Things.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pemaparan sejumlah inovasi hasil penelitian yang berpotensi memasuki tahap hilirisasi. Beberapa di antaranya meliputi teknologi medis MyoMES, keramik dinding heksagonal antigaung untuk sistem akustik pasif, serta permen gummy berbahan herbal yang dikembangkan untuk membantu meningkatkan imunitas anak.

Melalui program tersebut, Undip ingin memperkuat ekosistem hilirisasi riset melalui pengembangan inkubasi bisnis, perlindungan kekayaan intelektual, dan kemitraan dengan dunia industri. Langkah itu diharapkan mampu mempercepat lahirnya inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberi nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian nasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....