Eco-Graduation Jadi Solusi Kurangi Sampah saat Wisuda
- 29 Jun 2026 13:27 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Meningkatnya penggunaan buket bunga, balon, dan dekorasi sekali pakai saat musim wisuda mendorong Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang (Unnes) mengampanyekan konsep eco-graduation. Gagasan tersebut ditawarkan sebagai alternatif perayaan kelulusan yang lebih ramah lingkungan sekaligus inklusif.
Kepala Departemen Medkominfo BEM FBS Unnes 2025, Kayla Amara Putri, mengatakan budaya selebrasi wisuda yang berlebihan berpotensi meningkatkan timbunan sampah. Menurutnya, kesadaran menjaga lingkungan perlu menjadi bagian dari perayaan kelulusan mahasiswa.
"Penumpukan sampah dari buket plastik dan dekorasi nonorganik menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan masih perlu ditingkatkan. Jangan sampai demi foto yang estetik, aspek keberlanjutan justru diabaikan," ujarnya kepada RRI Pro 1 Semarang, Senin, 29 Juni 2026.
Kayla menilai media sosial turut mendorong mahasiswa membuat perayaan yang semakin berorientasi pada tampilan visual. Akibatnya, penggunaan buket bunga, balon, dan berbagai dekorasi sekali pakai terus meningkat setiap musim wisuda.
Sebagai solusi, BEM FBS Unnes mengusulkan konsep eco-graduation dengan mengganti hadiah berupa buket bunga menjadi paket sembako yang lebih bermanfaat. Selain itu, kampus juga diharapkan menyediakan spot foto estetik secara gratis.
Dengan demikian, seluruh mahasiswa dapat mengabadikan momen kelulusan tanpa harus mengeluarkan biaya besar. "Melalui langkah tersebut, kami ingin membangun budaya selebrasi yang lebih bermakna dan inklusif bagi semua kalangan ekonomi," kata Kayla.
Selain mengampanyekan perayaan ramah lingkungan, BEM FBS Unnes juga aktif menyebarkan edukasi melalui media sosial mengenai makna kelulusan. "Esensi kelulusan adalah kontribusi nyata setelah lulus dari kampus, bukan tentang seberapa megah perayaan wisudanya," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....