Pengamat Lingkungan: Eco Enzyme Efektif Kurangi Polutan Drainase

  • 22 Jun 2026 15:42 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Penggunaan cairan eco enzyme untuk membersihkan saluran drainase dan menurunkan kadar polutan dinilai memiliki potensi besar dalam menjaga kualitas lingkungan perkotaan. Hal tersebut disampaikan oleh Pengamat Lingkungan Undip, Sri Sumiyati dalam wawancara bersama RRI Semarang terkait aksi penuangan ribuan liter eco enzyme di kawasan Sam Poo Kong, Kota Semarang.

Sri menjelaskan, eco enzyme merupakan cairan hasil fermentasi material organik selama kurang lebih tiga bulan. Proses tersebut menghasilkan berbagai enzim dan mikroorganisme baik yang mampu membantu mengurai berbagai jenis polutan di lingkungan perairan.

"Di dalam cairan eco enzyme terdapat enzim-enzim dan mikroorganisme yang bermanfaat untuk membantu proses penguraian pada saluran drainase, sungai, maupun tumpukan sampah organik. Cairan ini memiliki kemampuan untuk mendegradasi berbagai macam polutan yang menyebabkan air menjadi kotor dan berbau," katanya dalam wawancara Pro 1 RRI Semarang Senin, 22 Juni 2026.

Menurutnya, keberhasilan program penuangan eco enzyme dalam skala besar perlu ditindaklanjuti dengan sistem yang berkelanjutan agar tidak hanya menjadi kegiatan sesaat. Ia menilai pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menginisiasi gerakan tersebut melalui kebijakan yang diteruskan hingga tingkat masyarakat paling bawah.

Sri menyarankan agar pemerintah kota menerbitkan surat edaran yang dapat diteruskan kepada kecamatan, kelurahan, hingga tingkat RT dan RW. Dengan demikian, program pengelolaan lingkungan berbasis eco enzyme dapat dijalankan secara lebih terstruktur dan melibatkan masyarakat secara luas.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas masyarakat, serta media sebagai kunci keberhasilan program pelestarian lingkungan. "Peran pemerintah, akademisi, swasta, masyarakat, dan media harus saling berkolaborasi agar program-program lingkungan seperti ini dapat berjalan secara berkesinambungan," katanya.

Terkait peluang penerapan di kawasan permukiman padat yang menghadapi persoalan sanitasi, Sri menilai metode eco enzyme sangat realistis untuk direplikasi. Dukungan dari perangkat wilayah seperti RT, RW, lurah, hingga camat dinilai dapat memperkuat implementasi program di tingkat masyarakat.

Selain itu, ia mengusulkan adanya sistem penghargaan atau apresiasi bagi kelompok masyarakat yang aktif menjaga kualitas lingkungan melalui pemanfaatan eco enzyme. Kelompok seperti PKK, bank sampah, maupun karang taruna dinilai dapat menjadi motor penggerak dalam pelaksanaan program tersebut.

Ia optimistis gerakan pemanfaatan eco enzyme dapat berkembang lebih luas di Kota Semarang apabila didukung oleh kebijakan pemerintah daerah dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. "Menurut saya, program ini sangat bisa diimplementasikan di Kota Semarang, terutama jika dijalankan melalui kolaborasi pentahelix dan melibatkan kelompok-kelompok masyarakat secara aktif," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....