Dosen Unnes Bantu KDMP Lodoyong, Terapkan Tata Kelola Modern dan Keuangan Digital
- 18 Jun 2026 20:41 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kabupaten Semarang – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Semarang (Unnes) melaksanakan kegiatan pengabdian di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Lodoyong, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, baru-baru ini. Program pengabdian dilaksanakan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan dan pengelolaan keuangan koperasi.
Kegiatan yang didanai melalui DPA LPPM UNNES Tahun 2026 ini dipimpin oleh Via Amalia SPd MPd. Anggota timnya yaitu Prof Dr Suratno, Muhammad Feriady SPd MPd, dan Nuuferulla Kurniantyas Pangastiti SE MSM.
Via mengatakan, kegiatan pengabdian itu mengangkat tema “Penguatan Tata Kelola dan Digitalisasi Keuangan Berbasis Good Cooperative Governance untuk Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Koperasi Kelurahan Merah Putih Lodoyong, Ambarawa, Kabupaten Semarang”. Berdasarkan hasil identifikasi awal, koperasi memiliki potensi yang cukup besar untuk berkembang.
Menurut dia, koperasi yang berdiri pada tahun 2025 tersebut telah memiliki sekitar 200 anggota aktif dan aset yang terus meningkat. Namun, pengelolaan kelembagaan dan sistem keuangan masih memerlukan penguatan agar dapat berjalan secara profesional, transparan, dan berkelanjutan.
“Penguatan tata kelola menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan anggota sekaligus memperkuat kinerja koperasi. Melalui program ini, kami berupaya menghadirkan sistem yang tidak hanya mudah digunakan, tetapi juga mampu mendukung pengambilan keputusan berbasis data,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, tim FEB Unnes memberikan pelatihan dan pendampingan terkait penerapan prinsip Good Cooperative Governance (GCG), penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP), serta pengelolaan laporan keuangan sesuai Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM). Pengurus koperasi juga memperoleh pelatihan penggunaan sistem pencatatan dan pelaporan keuangan digital yang dirancang untuk mempermudah proses administrasi dan pelaporan koperasi.
Melalui kegiatan ini, Via berharap Koperasi Kelurahan Merah Putih Lodoyong dapat berkembang menjadi lebih sehat, profesional, dan mandiri. Sekaligus mampu menjadi contoh praktik tata kelola koperasi yang baik bagi koperasi lainnya di Kabupaten Semarang.
Ia menuturkan, program pengabdian ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDG 16 tentang Institusi yang Tangguh. Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan upaya penguatan ekonomi kerakyatan dan pengembangan koperasi sebagai pilar ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Anggota tim pengabdian, Muhammad Feriady menegaskan, transformasi digital dalam pengelolaan koperasi menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Digitalisasi keuangan tidak hanya meningkatkan efisiensi kerja pengurus, tetapi juga memperkuat transparansi dan akuntabilitas organisasi.
“Dengan sistem yang terdigitalisasi, seluruh transaksi dapat terdokumentasi dengan lebih baik sehingga laporan keuangan dapat disusun secara lebih cepat, akurat, dan sesuai standar,” jelasnya. Sebagai luaran program, tim pengabdian menyerahkan berbagai perangkat pendukung tata kelola koperasi.

Adapun, perangkat itu meliputi aplikasi laporan keuangan digital berbasis Excel terstruktur, modul Good Cooperative Governance, dokumen SOP tata kelola dan keuangan, dashboard monitoring kinerja koperasi, serta template RKAT berbasis indikator kinerja. Perangkat tersebut diharapkan dapat digunakan secara mandiri oleh pengurus koperasi setelah program pendampingan selesai.
Sementara itu, Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih Lodoyong, Tri Sasmiyarti menyambut baik kegiatan tersebut. Pendampingan yang diberikan sangat membantu pengurus dalam memahami tata kelola koperasi modern sekaligus meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan berbasis teknologi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....