Pentingnya K3 untuk Membangun Budaya Keselamatan Sejak Usia Muda

  • 12 Jun 2026 13:57 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau K3 tidak hanya diterapkan di industri, tetapi juga penting dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan budaya keselamatan sejak usia muda dinilai mampu mengurangi risiko kecelakaan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Mahasiswa Program Studi S1 Keselamatan dan Kesehatan Kerja Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Bima Surya Wandana, menjelaskan pentingnya K3. Menurutnya, pemahaman mengenai keselamatan perlu dimiliki seluruh masyarakat karena risiko kecelakaan dapat terjadi kapan saja dimana saja.

"K3 merupakan ilmu yang mempelajari identifikasi bahaya, penilaian risiko, serta upaya pengendalian untuk menciptakan lingkungan yang aman. Ilmu ini tidak hanya diterapkan di tempat kerja, tetapi juga dapat digunakan dalam aktivitas sehari-hari masyarakat," katanya di siaran SPADA PRO2 FM RRI Semarang, Jumat , 12 Juni 2026.

Bima mengatakan penerapan prinsip keselamatan memberikan manfaat besar bagi masyarakat melalui pencegahan kecelakaan dan peningkatan produktivitas harian. Selain itu, budaya keselamatan juga mampu menciptakan lingkungan yang lebih nyaman, sehat, dan mendukung kesejahteraan bersama.

Meski demikian, kesadaran masyarakat terhadap budaya keselamatan masih perlu ditingkatkan melalui edukasi berkelanjutan yang melibatkan berbagai pihak. Banyak individu masih menganggap aturan keselamatan sebagai hal sepele sehingga sering mengabaikan prosedur pencegahan risiko kecelakaan.

"Anak muda memiliki peran penting dalam membangun budaya keselamatan karena mereka dapat menjadi contoh bagi lingkungannya. Kesadaran tersebut dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten setiap hari dalam berbagai aktivitas," ujarnya.

Ia mencontohkan penggunaan helm saat berkendara sebagai salah satu bentuk penerapan budaya keselamatan yang mudah dilakukan sehari-hari. Kepatuhan terhadap rambu lalu lintas juga menjadi langkah sederhana untuk mengurangi risiko kecelakaan yang merugikan.

Menurut Bima, masih banyak anak muda yang melakukan kesalahan keselamatan seperti menggunakan telepon genggam ketika berjalan maupun berkendara bermotor. Kebiasaan tersebut meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas dan membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

"Keselamatan bukan sekadar aturan yang harus dipatuhi, melainkan kebutuhan penting untuk melindungi diri dari berbagai risiko. Semakin dini budaya keselamatan diterapkan, semakin besar peluang terciptanya masyarakat yang peduli terhadap keselamatan bersama," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....