KKN Tematik Unwahas Dukung Program Pembangunan Permukiman Layak Huni

  • 31 Mei 2026 09:15 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang melepas 178 mahasiswa penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah untuk uliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2026. Program KKN Tematik tersebut mengusung semangat pengabdian masyarakat berbasis pemberdayaan serta mendukung program pembangunan permukiman layak huni di wilayah Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unwahas, Dr. Agus Riyanto, S.IP., M.Si., menyampaikan KKN Tematik merupakan wahana pembelajaran lapangan yang strategis bagi mahasiswa. Mereka bisa mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Menurutnya, keberadaan mahasiswa di lokasi KKN tidak hanya menjalankan program kerja akademik. Akan tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan sosial kemasyarakatan.

“KKN Tematik menjadi media pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk memahami dinamika sosial masyarakat sekaligus mengimplementasikan kompetensi keilmuan yang diperoleh selama perkuliahan. Melalui kolaborasi dengan Disperakim Provinsi Jawa Tengah, mahasiswa akan berkontribusi dalam kegiatan verifikasi dan validasi data permukiman layak huni yang sangat dibutuhkan dalam perencanaan pembangunan daerah,” ungkapnya.

Rektor Unwahas, Prof. Dr Helmy Purwanto menegaskan mahasiswa merupakan duta untuk membawa nama baik institusi ketika berada di tengah masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa diminta menjaga etika, menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman, serta mengedepankan semangat pengabdian dan kolaborasi.

Ia juga menekankan, program KKN Tematik merupakan implementasi nyata visi Universitas Wahid Hasyim. Diharapkan, program ini dapat menghasilkan lulusan yang unggul, berkarakter, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

“KKN bukan sekadar kegiatan akademik untuk memenuhi kewajiban kurikuler, melainkan proses pembelajaran kehidupan yang sesungguhnya. Mahasiswa harus mampu menjadi problem solver, komunikator, sekaligus motivator bagi masyarakat. Jadikan kesempatan ini sebagai sarana mengasah kepemimpinan, kerja sama tim, dan pengabdian kepada bangsa dan negara,” tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....