Lemhanas dan Undip Ingatkan Mahasiswa Jaga Nasionalisme di Era Disrupsi Digital

  • 05 Agt 2026 19:33 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhanas RI), TB Ace Hasan Syadzily, menekankan pentingnya penguatan karakter kebangsaan bagi generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Pesan tersebut disampaikan saat memberikan Orasi Ilmiah pada Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Diponegoro (Undip) Tahun Akademik 2026/2027 di Muladi Dome, Semarang, Rabu 5 Agustus 2026.

Ace mengatakan lebih dari 5.000 mahasiswa baru Undip merupakan generasi unggul yang telah melalui proses seleksi dan menjadi bagian dari bonus demografi Indonesia. Menurutnya, selain dibekali budaya akademik, mahasiswa juga harus memiliki nasionalisme, wawasan geopolitik, serta menjadikan Pancasila sebagai kompas moral dalam kehidupan berbangsa.

"Mahasiswa harus memulai proses belajarnya dengan semangat untuk menggali ilmu pengetahuan, membangun karier, sekaligus membentuk karakter kebangsaan. Di tengah disrupsi teknologi, nilai-nilai kebangsaan harus menjadi penyeimbang derasnya arus informasi di ruang digital," ujarnya.

Ia mengingatkan penggunaan media digital berbasis algoritma tidak boleh mengikis kohesi sosial maupun ketahanan nasional. Dosen dan sivitas akademika memiliki peran penting dalam membimbing mahasiswa agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak.

Selain itu, Ace menegaskan karakter kebangsaan Indonesia juga bertumpu pada nilai-nilai kearifan lokal, seperti gotong royong, kebersamaan, dan semangat silih asah, silih asih, serta silih asuh yang perlu terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas bangsa. Menanggapi pertanyaan mahasiswa mengenai konflik Palestina, Ace menegaskan Indonesia memiliki mandat konstitusional untuk ikut mewujudkan ketertiban dunia.

Pemerintah, kata dia, terus mengedepankan jalur diplomasi dan membangun kerja sama internasional. Hal itu guna mendorong penyelesaian konflik di Gaza sebagai bagian dari komitmen mewujudkan perdamaian dunia.

Sementara itu, Rektor Undip, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., menyatakan materi yang disampaikan Gubernur Lemhanas selaras dengan komitmen Undip dalam membentuk lulusan yang unggul secara akademik sekaligus memiliki karakter kebangsaan yang kuat.

"Beliau memberikan wawasan bahwa kemampuan kognitif itu penting, tetapi yang paling utama adalah karakter kebangsaan. Undip berkomitmen menjadi kampus rakyat sekaligus kampus kebangsaan yang berlandaskan NKRI," katanya.

Suharnomo menjelaskan, nilai-nilai kebangsaan telah diintegrasikan dalam pembelajaran maupun kegiatan kemahasiswaan. Selain itu, Undip terus mengembangkan berbagai inovasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat, termasuk melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik.

Untuk menghadapi tantangan era digital, Undip juga memperkuat literasi digital mahasiswa melalui sistem informasi terintegrasi Gentayu (Gerbang Edukasi dan Teknologi Andalan Universitas Diponegoro) yang memungkinkan aktivitas akademik mahasiswa dipantau oleh kampus maupun orang tua. "Kami juga terus memberikan pemahaman mengenai literasi digital agar mahasiswa mampu bersikap santun, baik di dunia nyata maupun di dunia maya," ujarnya.

Rektor menambahkan, pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Undip mengedepankan edukasi, pengenalan budaya akademik, dan pengembangan karakter tanpa praktik perploncoan maupun kekerasan fisik. "PKKMB lebih banyak diisi kegiatan yang menyenangkan, memberikan pengetahuan tentang kehidupan kampus, serta membekali mahasiswa dengan perspektif untuk menjadi insan yang unggul dan berkarakter," kata Suharnomo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....