Undip, BRIN dan Griffith University Luncurkan Buku Dampak Perubahan Iklim

  • 24 Mei 2026 13:51 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Universitas Diponegoro (Undip) bersama Badan Riset dan Inivasi Nasional (BRIN) dan Griffith University meluncurkan buku berjudul Climate Change, Labour and Migration: Impacts on Women and Children. Buku ini sebagai hasil kolaborasi riset mengenai dampak perubahan iklim terhadap perempuan dan anak di wilayah pesisir Pantai Utara Jawa.

Peluncuran buku tersebut dilaksanakan pada Selasa 19 Mei 2026 di Urban Knowledge Hub, Gedung Nyi Ageng Serang, Jakarta Selatan. Buku ini merupakan luaran penelitian bertajuk Compelled Labour and Climate Change: Keeping a Focus on Women and Children yang didanai hibah riset KONEKSI dari Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia.

Buku tersebut mendokumentasikan berbagai hasil kajian terkait perubahan iklim, ketenagakerjaan, dan migrasi beserta dampaknya di sejumlah wilayah pesisir utara Pulau Jawa. Seperti halnya DKI Jakarta, Semarang, Pekalongan, dan Demak.

Secara khusus, kajian dalam buku menyoroti dampak sosial yang dialami perempuan dan anak sebagai kelompok rentan akibat perubahan iklim. Melalui pendekatan interdisiplin, para penulis menghadirkan beragam perspektif mengenai keterkaitan isu lingkungan, sosial, dan ekonomi yang dihadapi masyarakat pesisir.

Kegiatan peluncuran dihadiri berbagai pemangku kepentingan mulai dari kementerian, pemerintah daerah, organisasi non-pemerintah, hingga akademisi dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Agenda tersebut juga diisi diskusi panel yang menghadirkan perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup, Indonesian Ocean Justice Initiative (IOJI), PUSKAPA Universitas Indonesia, serta Bappeda DKI Jakarta.

Diskusi panel membahas berbagai respons kebijakan dalam menghadapi dampak perubahan iklim, terutama di kawasan pesisir DKI Jakarta yang masih menghadapi tantangan banjir, rob, dan penurunan muka tanah. Para panelis menilai perempuan dan anak menjadi kelompok yang paling rentan terdampak sehingga membutuhkan perhatian lebih dalam kebijakan adaptasi perubahan iklim.

Dosen Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik UNDIP, , yang juga menjadi salah satu penulis buku tersebut, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas disiplin ilmu dalam menghadapi persoalan kompleks di wilayah pesisir Pantura Jawa.

“Dampak perubahan iklim dan pembangunan seperti banjir, rob, hingga penurunan muka tanah terus menjadi tantangan yang serius bagi masyarakat pesisir, terutama perempuan dan anak-anak. Oleh karena itu, kolaborasi lintas disiplin ilmu menjadi penting untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan yang komprehensif, inklusif, dan aplikatif untuk mewujudkan kota yang berketahanan iklim,” ujar Wiwandari dalam rilis Minggu 24 Mei 2026.

Melalui peluncuran buku ini, tim peneliti menekankan pentingnya kebijakan yang menempatkan perlindungan perempuan dan anak sebagai bagian utama dalam strategi adaptasi perubahan iklim. Buku tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi para pembuat kebijakan dalam menyusun solusi yang konkret dan berkelanjutan untuk masyarakat pesisir.

Selain itu, hasil penelitian ini juga diharapkan mampu memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan berketahanan iklim sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya terkait pengentasan kemiskinan, kesetaraan gender, pendidikan berkualitas, hingga penanganan perubahan iklim.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....