Perbedaan Milenial dan Gen Z Jadi Tantangan di Dunia Kerja Modern
- 20 Mei 2026 19:23 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Perbedaan karakter generasi milenial dan Gen Z menjadi tantangan sekaligus peluang dalam membangun budaya kerja modern. Fenomena tersebut turut dirasakan pelaku usaha muda F&B di Kota Semarang, Dion, yang kini memimpin tim didominasi generasi Z.
Dion mengatakan, Gen Z memiliki karakter kreatif, cepat beradaptasi, dan sangat akrab dengan perkembangan teknologi digital. “Mereka punya banyak ide segar dan cepat mengikuti perkembangan tren, terutama di media digital,” ujar Dion di Sore Ceria PRO2 FM RRI Semarang, Rabu, 20 Mei 2026.
Sebagai entrepreneur milenial, Dion mengaku awalnya mengalami culture shock ketika mulai bekerja bersama Gen Z. Ia menilai generasi tersebut lebih ekspresif, terbuka menyampaikan pendapat, serta sangat memperhatikan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Meski kerap mendapat stereotip negatif sebagai generasi mudah berpindah pekerjaan atau sulit diatur, Dion justru melihat sisi positif dari Gen Z. “Banyak yang bilang Gen Z itu asbun, moody-an, tapi meskipun begitu, mereka menyelesaikan pekerjaannya secara profesional dan teratur,” katanya.
Dalam membangun komunikasi kerja, Dion menerapkan suasana santai namun tetap profesional agar hubungan antargenerasi tidak terasa kaku. Ia juga berusaha memahami istilah-istilah populer yang sering digunakan Gen Z demi menciptakan komunikasi yang lebih dekat dan nyaman.
Menurut Dion, pendekatan personal menjadi salah satu kunci penting saat menghadapi karyawan Gen Z yang mengalami burnout atau penurunan motivasi kerja. “Kalau ada yang performanya turun, saya biasanya ajak ngobrol santai dulu supaya mereka merasa didengar, bukan dihakimi,” ucapnya.
Dion menambahkan, generasi Z akan lebih loyal terhadap perusahaan apabila merasa dihargai dan diberi kesempatan berkembang. Oleh karena itu, ia selalu berupaya melibatkan tim dalam proses brainstorming maupun pengambilan keputusan agar muncul rasa memiliki terhadap pekerjaan.
Ia juga mengaku banyak belajar dari cara berpikir Gen Z yang dinilai cepat, adaptif, dan terbuka terhadap perubahan teknologi. Pengalaman tersebut membuatnya berkembang sebagai entrepreneur sekaligus memahami pentingnya kolaborasi lintas generasi dalam dunia kerja modern.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....