Drainase Belum Optimal, USM Petakan Kondisi Infrastruktur Lamper Kidul
- 13 Mei 2026 06:05 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Persoalan banjir hingga sistem drainase yang belum optimal menjadi catatan utama dalam pemetaan infrastruktur berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) yang dilakukan Tim Pengabdian kepada Masyarakat(PkM) dosen Universitas Semarang(USM) di Kelurahan Lamper Kidul, Kota Semarang. Kegiatan tersebut dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat untuk mengidentifikasi kondisi lingkungan di wilayah masing-masing.
Pemetaan infrastruktur berlangsung di Balai Pertemuan Kelurahan Lamper Kidul dengan melibatkan warga secara langsung. Mereka menyampaikan berbagai kondisi infrastruktur lingkungan, mulai dari drainase, jalan lingkungan hingga fasilitas umum yang dinilai membutuhkan perhatian.
Ketua Tim PkM USM, Sulistyowati mengatakan, hasil masukan masyarakat kemudian didokumentasikan dan dipetakan secara digital menggunakan Google My Maps wilayah Lamper Kidul. “Kami menuliskannya secara manual serta memberikan pin lokasi pada peta digital menggunakan Google My Maps wilayah Lamper Kidul,” katanya melalui keterangan tertulis, Rabu, 13 Mei 2026.
Menurut Sulistyowati, secara umum kondisi infrastruktur di Kelurahan Lamper Kidul masih tergolong baik dan tidak ditemukan kerusakan struktur yang signifikan. Namun, terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian warga, terutama di kawasan Taman Mangga yang kerap mengalami banjir saat hujan turun.
Selain persoalan banjir, warga juga mengusulkan perbaikan fasilitas umum seperti tempat sampah di Taman Gacor agar dibuat tertutup untuk menjaga kebersihan lingkungan. Masukan tersebut menjadi bagian dari data yang akan dipertimbangkan dalam penyusunan rekomendasi perbaikan.
“Permasalahan utama yang disampaikan peserta adalah penataan sistem drainase yang dinilai belum optimal. Aliran air hujan dari satu wilayah sering kali meluap ke wilayah lain akibat sistem drainase yang kurang terintegrasi," ungkapnya.
Hasil pemetaan partisipatif tersebut selanjutnya akan dituangkan dalam peta infrastruktur berukuran besar untuk diserahkan kepada pihak kelurahan. Peta itu diharapkan dapat menjadi bahan masukan dalam perencanaan pembangunan dan perbaikan infrastruktur lingkungan.
Selain pemetaan, tim juga memperkenalkan profil USM kepada masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, USM berharap kontribusi perguruan tinggi dalam membantu penyelesaian persoalan lingkungan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi semakin dirasakan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....