Jangan Takut Jadi Diri Sendiri, Mahasiswa USM Ajak Pelajar Lawan Bullying

  • 13 Mei 2026 13:13 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM) mengajak pelajar untuk tidak takut menjadi diri sendiri sekaligus berani melawan perilaku perundungan atau bullying. Pesan itu disampaikan melalui kampanye bertema “Break The Box: Seni Menjadi Diri Sendiri & Kampanye Anti-Bullying” di SMK Negeri 5 Semarang, Selasa, 12 Mei 2026.

Kampanye yang diikuti siswa dan siswi kelas 10 TKJ-2 tersebut menjadi implementasi mata kuliah Komunikasi Gender dan Minoritas. Melalui kegiatan itu, mahasiswa didorong untuk tidak hanya belajar teori di ruang kelas, tetapi juga terlibat langsung memberi edukasi kepada masyarakat.

Dosen Mata Kuliah Komunikasi Gender dan Minoritas USM, Yulianto Budi Setiawan mengatakan, SMK Negeri 5 Semarang dipilih karena pentingnya edukasi anti-bullying dan penghargaan terhadap identitas diri di kalangan remaja. “Kami ingin mahasiswa itu tidak hanya tampil debat atau tampil di ruang kelas aja, kami ingin punya pemanfaatan lebih," katanya melalui keterangan tertulis.

Melalui kegiatan tersebut, pihaknya berharap siswa lebih memahami pentingnya saling menghargai dan menghindari perilaku perundungan dalam kehidupan sehari-hari. Kampanye juga menghadirkan narasumber Vania Budiarti dan dosen Psikologi USM, Hermiana Vereswati.

Dalam materinya bertajuk “Break The Box: Seni Menjadi Diri Sendiri & Kampanye Anti-Bullying”, Vania mengajak siswa untuk tidak mudah terpengaruh tekanan negatif lingkungan dan berani mempertahankan prinsip diri. Materi tersebut juga menekankan pentingnya menghargai perbedaan sebagai bagian dari upaya mencegah perundungan di sekolah.

Sementara itu, Hermiana Vereswati menyampaikan materi bertema “Regulasi Diri”. Ia membahas cara mengelola emosi dan mengambil keputusan secara tepat, terutama saat menghadapi tekanan sosial di lingkungan pergaulan.

Kedua materi disampaikan secara interaktif, termasuk melalui sesi meditasi sederhana untuk membantu peserta mengendalikan emosi dan pikiran ketika menghadapi kondisi tidak stabil. Suasana diskusi berlangsung aktif dengan keterlibatan para siswa selama kegiatan berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....