Rektor USM: Kuliah Bukan Sekadar Kejar Ijazah, Kembangkan Potensi Diri

  • 16 Sep 2026 09:12 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Rektor Universitas Semarang (USM) Dr Supari MT mengingatkan mahasiswa baru agar tidak memandang perkuliahan hanya sebagai kewajiban untuk memperoleh ijazah. Menurutnya, masa kuliah harus dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi diri, membangun pertemanan dan jejaring, serta mempersiapkan diri menghadapi dunia setelah lulus.

Pesan tersebut disampaikan Supari dalam program “Rektor Menyapa” bertema “Selamat Datang Mahasiswa Baru USM” di Studio Radio USM Jaya Semarang pada Selasa 15 September 2026. Talkshow tersebut menjadi ruang bagi Rektor untuk menyapa langsung mahasiswa baru yang sebelumnya mengikuti Pengenalan Akademik dan Kegiatan Mahasiswa (Pakem) pada 12–14 September 2026.

“Kami sampaikan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru yang berasal dari berbagai daerah, sekolah, latar belakang, dan cita-cita. Setelah resmi menjadi mahasiswa USM, mereka tidak hanya menjadi mahasiswa, tetapi juga bagian dari keluarga besar USM atau yang disebut USMers,” katanya.

Ia mendorong mahasiswa agar tidak hanya mengejar kemampuan akademik. Menurutnya, mahasiswa juga perlu membangun karakter, kemampuan komunikasi, kerja sama, kreativitas, inovasi, pola pikir kritis, serta kepedulian terhadap masyarakat.

“Karena itu, mahasiswa diminta memanfaatkan berbagai fasilitas dan kesempatan yang tersedia di kampus. Mulai dari perpustakaan, organisasi kemahasiswaan, kegiatan akademik dan nonakademik, hingga berbagai ruang untuk membangun relasi serta mengembangkan soft skill,” ucapnya.

Rektor menjelaskan, sebutan USMers tidak sekadar menjadi identitas bagi mahasiswa, tetapi juga mencerminkan rasa memiliki terhadap universitas. Menjadi USMers, berarti ikut menjaga nama baik dan marwah USM di mana pun berada.

“Kami berharap, semangat tersebut tetap dibawa mahasiswa hingga mereka lulus dan menjadi alumni. Dengan demikian, hubungan dengan USM tidak berhenti ketika masa perkuliahan selesai, tetapi tetap menjadi bagian dari identitas dan kontribusi mereka di masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Supari juga mengingatkan mahasiswa untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang berkembang semakin cepat. Ia menilai AI dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk membantu mencari informasi, mengembangkan ide, melakukan analisis, hingga meningkatkan produktivitas.

Namun, pemanfaatan teknologi tersebut harus tetap diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, integritas, dan etika.

“Gunakan AI untuk membantu mencari informasi, mengembangkan ide, melakukan analisis, dan meningkatkan produktivitas. Namun kemampuan berpikir kritis, kreativitas, integritas, dan etika tetap harus dimiliki oleh mahasiswa,” tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....